• BPMP Situbondo Bentuk Lembaga UBK

    0

    Situbondo, jurnalsumatra.com – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, membentuk Lembaga Usaha Bersama Komunitas di beberapa desa untuk  meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat kawasan perdesaan.
    “Program Usaha Bersama Komunitas (UBK) ini dari Direktorat Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan (PEKP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian PDT). Kami di BPMP hanya sebagai fasilitator program tersebut,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kabupaten Situbondo Junaidi di Situbondo, Jumat.
    Ia menyebutkan terkait program UBK dari Direktorat PEKP Kementerian PDT tersebut, Kabupaten Situbondo sebagai salah satu kabupaten yang terpilih dari 19 Provinsi di Indonesia, 44 Kabupaten dan 200 desa sebagai penerima manfaat program itu.
    Program UBK, kata dia, merupakan kegiatan untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di kawasan perdesaan yang memiliki potensi lokal atau komoditas dengan memberikan pemberdayaan, pendampingan bantuan penyertaan modal serta penunjang peralatan produksi.
    “Dalam pelaksanaannya program ini bersifat “bottom up” atau dari bawah ke atas untuk menggali potensi yang ada di kawasan perdesaan yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan produk lokal yang kompetitif,” katanya.
    Tujuan lainnya, lanjut dia, yaitu meningkatkan peran serta komunitas dalam mengelola potensi yang ada di desa. Selain itu, juga dapat meningkatkan kemandirian, dan menghasilkan produksi serta pemasaran yang berkualitas dan juga berdaya saing.
    “Hal ini juga dapat mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUM Desa Bersama) dan sekaligus agar masyarakat desa tidak hanya menjadi konsumen, melainkan juga menjadi produsen bagi kebutuhannya sendiri,” paparnya.
    Ia menambahkan hingga saat ini, program UBK tersebut masih dalam tahap pembentukan struktur lembaga. Dan di Kabupaten Situbondo yang akan dibentuk Lembaga UBK, yakni di Desa Semiring, Tanjung Pecinan, Trebungan, dan Mangaran, yang kesemuanya itu berada di satu Kecamatan Mangaran.
    “Empat desa tersebut nantinya setiap desa akan ada perwakilan yang masuk dalam lembaga UBK. Perlu diketahui setiap desa yang meiliki produk lokal akan difasilitasi kebutuhan peralatannya, seperti peralatan produksi terasi dan kerupuk serta kerajinan kayu dan yang lainnya,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com