• BKB terus Berbenah

    0

    Pasar_malam_sungai_Musi_berlokasi_di_Plaza_Benteng_Kuto_Besak,_Palembang,_Sumatera_Selatan_PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus melakukan perbaikan terhadap salah satu kawasan icon yang dimiliki Kota Palembang, Kawasan Benteng kuto Besak (BKB) yang akan dijadikan salah satu kawasan terbaik bagi wisatawan, hal ini tidak lain dalam rangka menyambut Asian Games yang akan berlangsung pada 2018 mendatang.

    Pantauan jurnalsumatra.com di BKB, para pekerja terus melakukan pengerjaan revitalisasi baik, itu, lantai, pagar maupun BKB diperbaiki, anggaran perbaikain BKB ini dari pemerintah pusat, dengan adanya revitalisasi ini maka BKB semakin nyaman dan indah bagi warga.

    Tidak hanya itu saja Pemkot Palembang berjanji akan melarang pedagang kaki lima dan juru parkir liar. Karena dua aktifitas ini yang selama ini yang membuat BKB menjadi sembraut. Sebagai salah satu icon wisata Pemkot memastikan BKB akan bebas dua persoalan tersebut, dengan menerjunkan pihak terkait untuk melakukan penertiban.

    “Permasalahan BKB yang menjadi icon Kota Palembang, sudah sangat komplex. Mulai dari PKL sampai parkir liar yang mematok tarif melebihi Peraturan Daerah (Perda). Hal ini harus segera diperbaiki, apalagi Palembang akan menjadi Asian Games,”Kata Plt Sekda Kota Palembang, Kurniawan,(10/7).

    Kurniawan menambahkan, untuk solusi terhadap PKL dan parkir, pihaknya sudah mempersiapkan lokasi untuk memberikan tempat pengganti. PKL akan dipindahkan ke Pasar 16 Ilir. Untuk parkir, akan disiapkan kantong parkir di luar BKB dan dibawah Jembatan Ampera.

    “Kita ingin BKB benar-benar jadi objek wisata. Karena kondisi BKB saat ini sudah sangat semberawut, ditambah lagi banyak laporan dari masyarakat jika parkir di BKB untuk roda dua dipinta Rp 5-10 ribu dan roda empat Rp 20 ribu,”jelasnya.

    Untuk pelaksanaannya, sterilisasi akan dimulai usai lebaran, sekitar tanggal 10 Juli 2016. Penertiban dilakukan setelah kontrak beberapa kegiatan seperti pasar malam yang sedang berjalan sekarang habis.

    “Kedepan, semua izin harus melalui persetujuan Walikota. Event nya juga, harus bersifat promo daerah. Tidak boleh sembarang event,”jelasnya.

    Kurniawan menuturkan, Pemkot Palembang juga berencana akan membentuk tim terpadu dengan melibatkan semua pihak, termasuk Kodim dan Polres. Akan ada pos terpadu yang berfungsi sebagai pengamanan dan informasi bagi wisatawan yang berkunjung ke BKB.    “Kita akan tempatkan pos terpadu di dua objek wisata di Palembang, termasuk Kambang Iwak (KI),”tukasnya. (eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com