• Asosiasi: Udang Indonesia Berpotensi Masuk Pasar Tiongkok

    0

         Surabaya, jurnalsumatra.com – Vice President I Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Johan Suryadarma mengatakan udang Indonesia berpotensi masuk ke pasar Tiongkok, karena tingginya konsumsi udang di negara tersebut.
    “Potensi pasar ekspor udang ke Tiongkok ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, karena sejumlah negara permintaan udangnya sedang turun, seperti Jepang dan pada 2011 impor udang Jepang tercatat masih sekitar 200 ribu ton, dan terus turun,” kata Johan di Surabaya, Sabtu.
    Johan mengatakan meningkatnya konsumsi udang warga Tiongkok memicu kebutuhan impor negara itu, meski sebelumnya negara tersebut dikenal sebagai produsen dan mengekspor produksi udangnya ke berbagai negara.
    “Tiongkok saat ini juga sedang melirik udang impor beberapa negara, salah satunya udang produksi Indonesia, dan mereka juga sempat memfasilitasi industri pengolahan asal Indonesia untuk berpartisipasi dalam pameran ‘China International Aquatic Products Exposition’,” ucapnya.
    Johan mencatat ada sebanyak 11 perusahaan pengolahan udang asal Indonesia yang ikut dalam pameran yang diselenggarakan di Zhanjiang, Guangdong Juni 2016 itu.

         Meski demikian, Indonesia harus bersaing dengan negara produsen lainnya untuk merebut pasar Tiongkok, seperti Ekuador, Vietnam dan Thailand yang juga gencar mendorong ekspor komoditas udang ke Tiongkok.
    “Oleh karena itu, potensi Indonesia harus didorong daya saing produksi udangnya, sehingga bisa ekspor ke sana,” ujarnya.
    Johan mencatat, total perusahaan Indonesia berskala kecil dan besar yang mengantongi izin dari Tiongkok untuk ekspor ke negara itu mencapai 436 perusahaan.
    “Meski ada sebanyak 436 perusahaan yang sudah memiliki ‘approval numbers’ dari Tiongkok, tapi belum berarti bisa mengekspor ke negara lain, sebab ketentuan tiap negara berbeda,” tambahnya.
    Johan menjelaskan, meski memiliki izin dari negara bersangkutan, ekspor budi daya ikan harus tetap dilengkapi sejumlah dokumen pendukung, salah satunya sertifikat kesehatan, kemudian kemasan.
    Sementara itu, berdasarkan data yang dilansir “International Trade Centre” (ITC) impor udang Tiongkok pada 2015 mencapai 102.843 MT dengan nilai 754,5 juta dolar AS.
    Angka itu secara volume naik 31,7 persen dan secara nilai meningkat sebesar 36 persen, dengan negara importir utama adalah dari Ekuador dengan persentase mencapai 25 persen dari total udang yang diimpor Tiongkok.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com