• Aktivis Lingkungan Diduga Terlibat Dalam Pencurian Pasir

    0

    Kupang,jurnalsumatra.com  -   Camat Fatulaeu Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Adrianus Hake dan Babinas, Wensi Mado, menangkap satu unit truk pengangkut pasir di lokasi penambangan pasir ilegal di Fatukolo yang diduga turut melibatkan aktivis lingkungan.
    “Proses penangkapan dilakukan camat bersama Babinsa Fatuleu Barat, Jumat 1 Juli 2016 ketika melakukan pemantauan ke lokasi Pantai Fatukolo, menemukan satu unit truk sedang mengangkut pasir,” tegas Camat Fatuleu Barat, Adrianus Hake ketika dihubungi Antara di Kupang, Senin.
    Lokasi penambangan pasir Fatukolo, yang menjadi lokasi penambangan pasir ilegal telah ditutup pemerintah Kabupaten Kupang sejak Mei 2016 lalu, karena tidak ada izin penambangan dari pemerintah Kabupaten Kupang.
    Penutupan tersebut juga dilakukan menyusul adanya desakan dari masyarakat dan aktivis lingkungan yang menolak adanya penambangan pasir di Fatukolo. Dampak penambangan itu menyebabkan rusaknya kawasan hutan bakau di pesisir pantai sepanjang 700 meter akibat pengerukan pasir yang dilakukan penambang ilegal.
    Adrianus Hake, mengatakan, truk pengangkut pasir tersebut merupakan milik salah satu koperasi milik Simon Petrus Kefi, salah seorang aktivis lingkungan yang juga warga fatukolo yang sering memimpin berbagai aksi demonstrasi ke Pemkab dan DPRD Kabupaten Kupang  untuk menolak aksi penambangan pasir ilegal di Fatukolo.
    “Saat itu yang bersangkutan berada di lokasi penambangan pasir bersama truk tersebut. Bahkan mereka mengaku pasir yang sudah diangkut dari Fatukolo sebanyak tujuh kubik,” kata Adrianus Hake.
    Dikatakanya, berdasarkan pengakuan para pelaku bahwa  pasir yang diambil dari lokasi pantai Fatukolo akan dijual.
    Para pelaku sudah membuat surat pernyataan untuk tidak lagi mengambil pasir secara ilegal di lokasi Fatukolo tanpa izin pemerintah Kabupaten Kupang.
    Dikatakannya, Pemerintah Kecamatan Fatuleu Barat, belum memasang papan larangan pengambilan pasir dilokasi Pantai Fatukolo karena papan larangan penambangan pasir masih berada di Kantor Satpol PP Kabupaten Kupang.
    “Pemerintah Kecamatan sudah meminta pihak Satpol PP Kabupaten Kupang untuk segera mengirim papan larangan  tersebut untuk dipasang dilokasi Pantai Fatukolo, sehingga warga masyarakat tidak lagi mengambil pasir dilokasi yang dilarang itu,” tegasnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com