• 130 Usaha OT Terancam Gulung Tikar

    0

    Rombongan OT Saat Memprotes di Kantor DPRD, dan Pemkab Lahat..Lahat, jurnalsumatra.com – Puluhan Komunitas Organ Tunggal Lahat (KOTL) Kabupaten Lahat mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (18/7), setelah sebelumnya menyambangi Sekretariatan Pemerintah Daerah (Pemda), Kodim 0405, dan Polres Lahat. Hal ini berkaitan sebanyak 130 usaha (OT) OrgenTunggal  terancam gulung tikar.

    Ratusan pemilik OT ini, memintak dan mendesak agar pihak Pemkab Lahat dapat merevisi perihal limit waktu, dimana tertera dalam Peraturan Bupati (Perbup) No 14/2016 tentang penyelenggaraan hiburan organ tunggal, orkes, band dan hiburan yang menggunakan alat musik elektronik, mulai pukul 18.00 WIB-06.00 WIB.

    Ketua KOTL, Irawansyah didampingi  Algun Asdianto mengatakan, kedatangan pihaknya ke gedung DPRD Lahat tersebut untuk menyampaikan surat permohonan revisi masalah Perbup No 14/2016. Pihaknya selaku penjual jasa hiburan bagi pemilik hajatan merasa keberatan mengenai limit waktu yang tertera.

    “Disini kita mau mengantarkan surat permohonan revisi waktu soal Perbup tersebut. Kalau bisa setidaknya cukup berhenti beroprasi pada pukul 00.00 WIB. Lantaran banyak yang mencari hidup di jasa hiburan orgen ini,” ujarnya.

    Dalam surat permohonan tersebut, sambung, tidak adanya sosialisasi terlebih dahulu sebelum penerbitan Perbup tersebut. Adanya waktu duduk bersama, membahas tentang waktu larangan pihak penyelenggara hiburan untuk tampil, diharapkan dapat menjadi solusi yang diharapkan pihaknya.

    “Selain itu, kami mintak adanya waktu untuk duduk bersama membahas persoalan waktu dalam penyelenggaraan hiburan malam ini. Ada 130 orgen di Lahat, satu orgen 12 kru, banyak yang mencari makan dari OT ini,” kata Algun.

    Sementara itu, Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE melalui Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Surya Desman SIP MM menuturkan,  Perbub tersebut dikeluarkan oleh Bupati Lahat bukan tidak ada alasan. Hal tersebut lantaran adanya desakan dari sejumlah masyarakat yang menilai bahwa pagelaran acara organ tunggal sering kali menimbulkan berbagai masalah.

    “Intinya, kami mendapat perintah Pak Bupati untuk menyusun draf aturan, yang sudah kami koordinasikan dan disempurnakan oleh Bagian Hukum Setda Lahat. Lagian kan tidak jarang kita mendengar orang berkelahi, bahkan terjadi pembunuhan di lokasi organ tunggal pada malam hari. Itu semua karena adanya organ tunggal dimalam hari,” tegas Desman.

    Semua ini, sambung Desman, setelah mendengar permintaan anggota Dewan dari daerah pemilihan V Kikim Area saat sidang paripurna, agar Bupati Lahat mengeluarkan Perbub tentang larangan bagi masyarakat menggelar acara organ tunggal dimalam hari sejak pukul 18.00 WIB-06.00 WIB.

    “Pemkab Lahat, tidak mungkin menutup rezeki bagi para pengusaha hiburan OT, dan ini bukan hanya karena ingin membatasi secara sepihak. Namun, para Politisi yang ada diatas memintak agar hiburan malam dihentikan sementara waktu,” pungkas Desman. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com