• ‎DPRD OKI Turun Tangan Pasal Buah Sawit

    0
    koperasi-ilustrasi-bisnisKAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Delapan koperasi unit desa (KUD) yang bernaung di bawah PT.Sampoerna Agro dan pabrik kelapa sawit Permata Bunda kecamatan mesuji induk keluhkan banyak buah yang dikembalikan oleh pihak pabrik dengan alasan buah masih mentah dan busuk bahkan buah yang dikembalikan pihak perusahaan dengan jumlah yang tidak sesuai.

    Pihak KUD yang tergabung dalam forum komunikasi koperasi kecamatan mesuji ini menilai penyortiran yang dilakukan oleh pihak perusahaan diluar kebiasaan.

    mendapati hal ini pihak KUD merasa keberatan dan dirugikan karena diperkirakan sejak hari senin (18/7/2016) lalu buah yang disortir oleh pihak pabrik sudah mencapai lebih dari 10 ton.

    Atas adanya penyortiran akhirnya delapan KUD menyampaikan keluhan secara lisan ke dewan perwakilan daerah kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

    Menindaklanjuti laporan tersebut komisi II DPRD OKI,kamis (21/7/2016) langsung turun melakukan sidak ke KUD Marga Mulya desa makarti mulya Kecamatan mesuji induk.

    Dalam sidak tersebut Komisi II DPRD OKI diwakili Jauhari,A.Ma,Meri dan budiman serta turut hadir juga Rosidan perwakilan dari dinas perkebunan kabupaten OKI.

    ” kondisi ini sangat merugikan kami apalagi buah sangat jarang bahkan tidak ada,eh malah buah sawit dikembalikan akibatnya tambah susah ekonomi masyarakat.”Keluh Sugeng ketua KUD Marga Mulya desa makarti mulya

    Sementara itu,Jauhari,A.Ma selaku anggota komisi II DPRD OKI mengatakan,bahwa benar banyak penyortiran yang dilakukan pihak perusahaan diluar kebiasaan dengan alasan buah masih mentah dan busuk,namun berdasarkan pantauan kami dilapangan buah yang dikembalikan masih dalam kondisi yang sangat wajar.

    “sebagaimana kita ketahui kondisi saat ini sudah hampir 1 tahun buah sawit mengalami trek panjang yang dan tentunya berpengaruh  terhadap perekonomian masyarakat dan seharusnya penyortiran ini tidak terjadi.”Ungkapnya

    Atas temuan ini,masih kata dia,komisi II DPRD OKI besok Jumat (22/7/2016) setelah ba’da jum’at tepatnya pukul 14.00 Wib telah mengundang para pihak termasuk juga dinas perkebunan dan Disperindagkop OKI untuk membahas permasalahan ini.(RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com