• Yudi Positif Gunakan Narkoba

    0

    yudi ketua panPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Peredaran narkoba telah menjerat semua golongan tidak hanya, artis kaula muda namun para politisi juga sudah banyak menjadi korban penggunaan obat haram tersebut. Untuk mencegah tingginya pengunaan narkoba dikalangan kader partai politik maka partai politik diminta untuk melakukan tes urin.

    “Jika tes urin dilakukan kepada anggota partai maupun pengurus maka narkoba dapat diceah sedini.mungkin,”kata Pengamat Politik Rektor Universitas Taman Palembang, Joko Siswanto, kepada jurnasumatra.com, Selasa (21/6).

    Menurut Joko, seharusnya politisi harus selalu waspada akan bahaya narkoba, karena narkoba akan merugikan politisi itu sendiri. Tidak hanya merusak karier namun narkoba akan merusak citra partainya dimata publik.

    “Kalau ketangkap maka karir politiknya habis tidak hanya itu saja keluarga besar mereka juga akan terkena dampaknya, seharusnya politisi itu menjadi panutan bagi masyarakat,”jelasnya.

    Narkoba tidak memandang status sosial dan latarbelakang seseorang. Oleh karena itu kata joko, untuk mencegah terjerat narkoba maka masyarakat harus membekali diri dengan ahlak, jika itu sudah kuat sulit akan tergiur dalam dunia narkoba.

    Dir Ditres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol, Irawan David Syah membenarkan penangkapan tersebut. Dirinya menyampaikan jika enam dari sembilan pelaku dinyatakan positif menggunakan narkoba, dan salah satunya adalah Ketua DPD PAN Kota Palembang. Adapun enam pelaku yang dinyatakan positif atas nama Yudi, JI yang tercatat sebagai anggota Polri, lalu ZLK anggota PNS Muba, ANP, dan dua orang wanita yakni RRN, dan DA.

    “Memang benar, penangkapan para pelaku berawal dari laporan masyarakat, jika dikediaman pelaku sering terdengar keributan di hari-hari tertentu. Hingga kami melakukan pengembangan dan saat di geledah para pelaku kedapatan tengah mengkonsumsi narkoba dan dalam keadaan mabuk namun barang bukti sudah tidak ditemukan lagi hanya ada satu butir pil ekstasi,”ungkap David.

    Selain itu, perihal proses hukum yang akan dilakukan pihaknya, mengatakan saat ini jika Yudi masih dinyatakan sebagai terperiksa sebab para anggota sedang melakukan pengembangan kembali apakah ada keterkaitan pelaku dengan peredaran narkoba tersebut atau hanya pengguna.

    Dari hasil tes urin yang dilakukan dokter, para pelaku positif menggunakan kandungan yang ada di dalam sabu, dan untuk langkah selanjutnya jika para pelaku hanya pengguna, maka pelaku kemungkinan bisa dilakukan rehabilitasi dan berkoordinasi dengan BNN. Namun jika terbukti terlibat, terpaksa para pelaku akan kena proses pidana,”jelasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com