• YLKI Indikasi Pemalsuan Masa Berlaku Barang Kemasan

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (YLKI-NTT) Marthen Mulik memberikan isyarat indikasi pemalsuan label masa berlaku barang kemasan (kedaluarsa) oleh oknum distributor.
    “Kami terima laporan warga ada indikasi (pemalsuan) itu, makanya YLKI sedang lakukan pelacakan dan penelusuran ke sejumlah tempat penjualan,” kata Marthen kepada Antara di Kupang, Senin.
    Menurut dia, modus pemalsuan masa berlaku barang kemasan tentu menjadi langkah keliru dan tidak bertanggung jawab dari para distributor untuk kepentingan memperdagangkan barangnya di saat jelang Idul Fitri ini.
    “Boleh jadi karena sudah habis masa berlakunya, oknum pemilik barang lalu memalsukannya dengan membuat tanda masa berlaku baru. Ini sangat berbahaya bagi konsumen,” katanya.
    Untuk itu masyarakat sebagai konsumen diharap ekstra teliti dan hati-hati dalam membeli barang khusus kemasan dan meneliti benar tanggal kadaluarsa barang tersebut.
    “Jangan-jangan barang yang dibeli justru sudah kadaluarsa dan dibikinkan tanggal yang baru,” katanya.

        Jelang hari raya seperti di saat Ramadhan ini, kata Marthen, tentu akan terjadi kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok warga, dalam pemenuhannya.
    Dia mengatakan hal itu tentu menjadi momentum menarik bagi para pedagang, karena kepastian akan barang laku terjual sangatlah memungkinkan.
    Dalam konteks itulah, upaya menyimpang bisa jadi dilakukan untuk meraup keuntungan tersebut, untuk itu pembeli diharapkan berhati-hati, agar tidak terjebak dalam permainan kotor oknum pedagang yang mengancam kesehatan dan nyawa konsumen tersebut.
    Sebagai lembaga yang konsen menjaga dan melindungi konsumen dari sejumlah  kemungkinan praktik menyimpang pedagang tersebut, YLKI berharap pemilik barang tidak melakukan hal menyimpang itu.
    “Ini demi perlindungan dan penyelamatan warga selaku konsumen dari dampak buruk mengkonsumsi barang yang sudah kadaluarsa,” katanya.
    Pemerintah daerah dan sejumlah lembaga terkait lainnya diharap bisa bersama-sama melakukan pengawasan ketat untuk menjegal kemungkinan praktik tersebut.

        Wali Kota Kupang Jonas Salean terpisah mengaku telah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagngan daerah itu untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan.
    Pelibatan aparat seperti Sat Pol PP dan kepolisian serta unsur lembaga lainnya, kata Jonas, menjadi keniscayaan untuk melengkapi proses dan prosesur penegakkan aturan dalam pengawasan tersebut.
    “Jika ditemukan di lapngan langsung ditindak, makanya kami libatkan sejumlah aparatur,” kata Jonas.
    Mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu meminta warga sebagai konsumen untuk bekerja sama dengan pemerintah dan langsung membuat pengaduan jika ditemukan adanya indikasi pemalsuan masa berlaku barang kemasan di pasaran.
    Dengan upaya bersama dengan masyarakat sebagai konsumen tersebut, katanya, akan sangat ampuh mematikan semangat menyimpang dari oknum pedagang yang hanya mau mencari keuntungan dengan cara menyimpang tersebut.
    “Kami mohon kerja sama warga sebagi konsumen. Praktik ini harus kita berangus bersama untuk kepentingan perlindungan kepada konsumen,” kata Jonas.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com