• Warga Kecewa Pelayanan RSUD Lahat

    0

    pasienLahat, jurnalsumatra.com – Lagi, pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat, dikeluhkan warga. Hal tersebut, dirasakan seorang pasien bernama Asliman alias Buyung, warga Jl. Kehutanan III, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Kota Lahat, merasa kecewa dengan kondisi yang ada dilapangan.

    Pasalnya, RSUD Lahat yang saat ini masih dalam tahap pembagunan yang menyedot dana APBD II Lahat hiingga milyaran itu, hanya memiliki satu unit kursi roda untuk  pasiennya.

    Dari peristiwa yang sangat menyedihkan itu, mengakibatkan  pasien harus menahan rasa sakit dan pilu terlebih dahulu saat masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), RSUD Lahat. Korban  yang tengah mengidap sakit Ulu Hati ini harus menunggu lama, karena, kursi roda yang seyogyanya digunakan untuk mengevakuasi pasien hanya ada satu unit.

    “Masuk ke RSUD pada Minggu, sekitar 04.30 WIB, dinihari. Pasien menunggu datangnya kursi roda cukup lama, karena, menurut perawat kursi roda hanya satu. Makmano nak cepat kerjonyo, kursi rodanyo bae cuma ado sikok, madaki RSUD sebesak ini. Cakmano, saat pasien yang mengalami luko parah, keburuh mati nunggui kursi roda,” teriak Wan, seorang kerabat Buyung, dengan nada kesal saat ikut mengantar ke IGD RSUD Lahat.

    Lebih jauh, dengan lantang Ia mengatakan, jika memang kondisi fasilitas di RSUD Lahat seperti ini, apa tidak merasa malu. Bagaimana, ketika ada pasien dari luar daerah atau pejabat daerah lain yang seketika mau berobat di RSUD Lahat ini. Sebagai kerabat pasien dirinya benar benar kecewa dengan keadaan ini.

    “Jelas saya sangat kecewa. Coba bayangke, dari IGD ini menuju ke ruang paviliun itu cukup lumayan jauh. Nah kalo dorong pasiennyo hanya mengandalkan 1 kursi roda yang dak katek ban dan reot ini, cakmano nasib pasien,” tanya Wan.

    Terus terang sambungnya, satu unit kursi roda itu harganya berkisar 1 juta rupiah. Padahal, kesehatan itu diprioritaskan oleh Pemerintah. Yang lebih mengecewakan lagi, penghubung antara IGD ke VIP itu tidak ada, dan pasien harus mencari ruangan sendiri.

    “Cakmno nian nak nyamoi RSU daerah-daerah lain Kabupaten. Kalo keadaannyo seperti ini. Sementara, anggaran untuk pembangunan RSUD Lahat ini, menghabiskan uang Negara hingga milyaran,” cetusnya.

    Secara terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat, dr. Laila Cholik, saat hendak dikonfirmasi oleh wartawan, terkait keluhan pasien tersebut, tidak berada ditempat, saat dihubungi melalui Handphonenya beberapa kali tdak menjawab, pun, ketika wartawan, melayangi SMS tidak mendapat balasan. Sehingga, berita ini diturunkan. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com