• Wali Kota Pastikan Pecat Juru Pungut Korupsi

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Wali Kota Kupang Jonas Salean memastikan segera memecat oknum PNS bertugas sebagai juru pungut pajak pada Dinas Pendapatan Daerah bernama YT yang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kupang.
    “Saya pastikan setelah oknum PNS itu mendapatkan keputusan pengadilan dengan kekuatan hukum tetap, maka langsung saya proses pecat,” kata Jonas Salean di Kupang, Sabtu.
    Menurut Jonas, aturan PNS yang diberlakukan saat ini sangatlah tegas dengan mengedepankan aparatur yang bersih dan berintegritas.
    “Sehingga tidak ada alasan untuk tidak diberikan sanksi tegas. Kalau terbukti bersalah dan mendapatkan kekuatan hukum tetap, maka saya akan proses pecat,” kata mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu.
    Dia mengaku kejadian yang dialami YT akan menjadi titik evaluasi baginya untuk memperketat pengawasan kepada setiap PNS lingkup Pemerintah Kota Kupang.
    Para pejabat dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan kembali diingatkan untuk melakukan pengawasan ketat dalam rangka mengantisipasi pengulangan perbuatan YT oleh oknum PNS lainnya di dinas atau badan lainnya.
    Kota Kupang, kata Jonas, harus benar-benar bersih dari segala bentuk praktik penyimpangan hukum yang akan memberikan dampak buruk bagi optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, katanya.
    “Kita inginkan pelayanan yang baik dan maksimal kepada masyarakat tetapi tidak diikuti pengawasan yang ketat maka akan kecolongan seperti kasus ini,” katanya.
    Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Kupang Jefri Pelt mengaku telah mengetahui status tersangka anak buahnya itu.
    Dia akan mendorong agar proses penegakan hukum terus berjalan demi kepastian hukum dan keadilan bagi tersangka.
    Menurut Jefri, modus yang dilakukan oknum YT adalah tidak menyetor pajak hasil hotel dan hiburan pungutannya. YT menggelapkan pajak pada 2015.
    “Nilai kerugian  termasuk denda pajak yang dilahap sekitar Rp100 jutaan. Tetapi yang pasti akan dibuktikan oleh penyidik,” katanya.
    Setelah melakukan pemeriksaan, tersangka dinilai memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka korupsi dengan nominal total kerugian hingga melampaui Rp200 juta.
    Meski demikian, pihak penyidik Kejaksaan Negeri Kupang masih meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTT untuk menghitung jumlah kerugian yang sudah dilakukan oleh YT.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com