• Vivi Kanada Merasa Pernah Terpaksa Kenakan Hijab

    0

    Vivi Kanada (5)Palembang, jurnalsumatra.com-Kewajiban di sekolahnya untuk mengenakan hijab membuatnya merasa terpaska dan membuatnya tidak tertarik untuk mengenakan hijab, tetapi dari sanalah ia setelah menyelesaikan sekolah tak ingin melepas hijabnya lagi.

    Vivi Kanada yang baru saja menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas ini, dibincangi jurnalsumatra.com “Saya awalnya sekolah di SMAN 2 Lahat, setelah kenaikan kelas 2 SMA saya, pindah ke SMA Negeri 1 Pagar Gunung, dari lahat saya memakai baju pendek dan rok pendek, dan ternyata di SMAN 1 ini, wajib memakai Jilbab kepada para siswi nya, akhirnya saya terpaksa pakai hijab waktu di sekolah saya memakai hijab ituk” ungkap dara yang lahir di Palembang, 11 Desember 1998 ini.

    Dikatakannya, awalnya dirinya tidak tertarik dan tidak mau memakai hijab dan tidak pernah terbesit sedikit pun untuk menggunakan hijab. “Pada saat saya lulus sekolah, saya melihat di lingkungan saya banyak yang menggunakan hijab, dengan pakaian yang tertutup dan mereka pun sangat sopan dan peminim sekali” bebernya.

    “Dari kesukaan saya melihat itu, lama kelamaan akhirnya saya ingin mencoba menggunakan hijab sesekali, namun pada akhirya saya begitu nyaman setelah menggunakan hijab dan tampil pun malah kelihatan lebih cantik dilihat, step by step saya lebih rajin untuk sholat karna saya tau menggunakan hijab saja tidak cukup tanpa adanya sholat dan mengaji” jelasnya.

    Diakuinya, walaupun mengajinya sering ketinggalan dan pada akhirnya jadilah saya permanen menggunakan hijab dan saya malu jika aurat saya terbuka kembali, Ifeel be better when I wearing hijab.

    “Sebelumnya kegiatan yang dilakukannya, hanyalah memasak dengan seluruh pekerjaan rumah di samping sholat dan belajar mengaji, yang sekarang baru pertama kali mencari pengalaman kerja sambil nunggu ijazah keluar”  ungkap Vivi anak tunggal dari kedua orang tua Ibu Wita Hariani (Lahat) dan Ayah Thomas Edison (Sekayu) yang kedua orang tuanya berpisah sejak usianya setahun dua bulan.

    Mempunyai cita-cita jadi model terkenal dan mau masuk Akbid yang kandas terkendala karena tidak mempunyai biaya. Menurutnya mau berhijab itu semua butuh proses ,, “Akhirnya saya menyukai dan mencintai hijab untuk selamanya bahkan saya mau jadi model hijab” pukasnya yang sampai saat ini belum pernah melihat ayah kandungnya dan gimana wajahnya serta dia berada. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com