• UKM dan IKM Muaraenim Buta Marketing

    0
    UKM dan IKM Muaraenim Buta Marketing

    UKM dan IKM Muaraenim Buta Marketing

    Muaraenim, jurnalsumatra.com – Untuk menyukseskan pelaksanaan PORPROP di Muaraenim pada tahun 2017 mendatang Badan Perencanaan Pembangunan Darrah (BAPPEDA) melaksanakan kegiatan Pendampingan pusat Inovasi Kabupaten Muaraenim pada Kamis (02/06).  Dengan peserta pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) berasal dari ada di wilayah Muaraenim berjumlah 50 orang.

    Staf Ahli Drs Joni Hermanto, MM menyampaikan ” pembinaan kepada UKM dan IKM ini jangan hanya ada avent-avent, sebenarnya apa yang dapat kita jual di daerah objek wisata, inilah maksud kami mengundang, dinas Koperasi, Dinas Diperindag dan Disporapar dapat memfasilitasinya untuk memamerkan produk produk UKM dan IKM ada di Kabupaten Muaraenim, ” kata Joni

    ” Perkembangan industri IKM UKM karena dipengaruhi jumlah pembeli, untuk apa ada produk jika tidak ada pembeli, tentunya tidak akan berjalan, ” tambah Joni

    Secara pribadi bisa saya katakan bahwa belum ada apa yang menjadi apa oleh-oleh khas Muaraenim, jika kita ke daerah lain kita dapat menjumpainya, ” urai Joni

    ” Seperti produk kopi semende, kita harus punya tempat sendiri, jika ibu bapak berminat Dinas Diperindag dan Koperasi akan menyiapkan, disamping dapat menambah pendapatan IKM, dan juga memperkenalkan ciri khas daerah masing-masing, ” harap Joni

    Kami sudah memerintahkan dalam hal ini Bupati Muaraenim, 2 tahun yang lalu,  juga di objek objek wisata untuk menyiapkan tempat maksudnya untuk menampung hasil hasil usaha, ini sudah menjadi rencana awal,  namun belum ada saya perintahkan kepada Dipeindag dan Koperasi tolong direncanakan dan koordinasikan tempat untuk menampung produk produk dari IKM dan UKM kita siapkan agar minggu depan dapat segera berjalan, ” tegas Joni

    Namun jika  sudah dibuka bapak ibu IKM dan  UKM harus mengisi produknya secara kontinyu, diharapkan dengan meningkatnya produksi UKM dan IKM dapat mengentaskan kemiskinan, ” pungkas Joni.

    Kadin Koperasi UKM Drs. Darmawan setiap tahun kita melaukan pembinaan namun jumlahnya berkisar 20-30, tahun imi kami melakukan pembinaan jamur tiram, kemudian kita ajak magang ke pulau jawa, ” kata Darmawan

    Dinas koperasi disamping pembinaan kita membantu peralatan, menyangkut permodalan, tidak diperbolehkan memberikan bantuan uang, ” sambung Darmawan

    ” Setelah kita melakukan pembinaan dan pemberian bantuan peralatan kami melakukan evaluasi apakah ada perkembangan UKM yang sudah dibina.  Untuk memudahkan koordinasi kami juga membentuk untuk mitra dinas koperasi Kerukunan Usaha Kecil Menengah Indonesia (KUKMI), ” jelas Darmawan

    Perwakilan dari IKM Seluang Merinim mengusulkan agar Kabupaten Muaraenim dapat membangun tempat khusus atau Outlet untuk pemasaran dari IKM jadi ada wisatawan yang tidak sempat ke daerah daerah wisata dapat membeli oleh oleh dari tempat tersebut. (Cacon)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com