• Tewasnya Kakak Beradik Belum Terungkap

    0

    291a2d78-5c28-440b-8026-5347da5151e8KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com– Tewasnya kakak beradik di kolam pribadi milik Ferry warga Blok D Desa Suryadi Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), hingga kini kematian korban belum terungkap sama sekali oleh pihak kepolisian.

    Korban yang masih duduk di bangku SD yakni, Amelia Tiara Riska Ananda binti Idris Broji (11),  pelajar Kelas 5 SDN 3 Mesuji dan adiknya  Alpin Darib bin Idris Broji (8) siswa kelas 2 SDN 3 Mesuji itu, tewas di dalam kolam, Sabtu (7/5/2016) pukul  jam. 16.00.

    Korban saat itu, pertama kali ditemukan oleh  Fery warga setempat yang sedang melintas,  jenazah Amelia tenggelam sedangkan adiknya Alpin menggapung dengan posisi kepala diatas kaki dibawah didalam galian bekas pembangunan ruko yang tidak jauh dari rumah korban.

    Lalu, Ferry langsung menghubungi ayah korban dan langsung diangkat dan dibawa ke klinik soraya TS Dabuk Rejo Kecamatan  Lempuing OKI. setelah dinyatakan bahwa kedua anak tersebut telah meninggal selanjutnya ayah korban membawa keduanya ketempat neneknya di Desa Pematang Panggang dan selanjutnya dimakamkan.

    Namun, kasus ini hingga dilaporkan sampai sekarang, Rabu (29/6/2016) belum mengarahkan pelaku pembunuhan terhadap kedua anak yang malang ini. Padahal, di lokasi kejadian tidak ada tanda-tanda kalau kedua kakak beradik ini bermain di sekitar kolam sedalam 3 meter.

    Infomarmasi dihimpun dari jajaran Polres OKI memastikan kematian dua kakak beradik warga Pasar Gajah Blok D  Desa Surya Adi Kecamatan Mesuji OKI yang ditemukan meninggal di dalam kolam bekas galian, Sabtu (7/5/2016) lalu, bukan karena tenggelam di dalam galian, kolam.

    Dari kejadian itu, pihak polisi belum berani untuk menyimpulkan korban merupakan korban pembunuhan, namun pihak kepolisian memastikan ada tanda-tanda kekerasan yang dialami kedua korban.

    Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia SH SIk juga belum bisa menjelaskan hasil maupun progres dari penyelidikan kasus tersebut. Namun dirinya mengaku serius menangani kasus ini. “Ini jadi perhatian serius kita mas, jadi masyarakat jangan khawatir,” kata Kapolres pada wartawan.

    Senada dikatakan, Wakapolres Kompol M Adil mengatakan, bahwa memang ada penjelasan bahwa kematian kedua bocah bukan karena tenggelam. “Untuk tindak kekerasan maupun penganiayaan masih kita lidik dan belum bisa kita simpulkan,” ucapnya seraya menambahkan penyidik saat ini masih memeriksa saksi- saksi dan melengkapi bukti- bukti.

    Sementara orang tua korban Idris Broji berharap kasus yang menimpa kedua anaknya sekaligus itu secepatnya terungkap. Apalagi hasil otopsi yang diberitahukan kepadan dirinya bahwa memang ada kejanggalan atas kematian kedua anaknya.

    “Dari yang kami baca bahwa kematiannya bukan karena tenggelam. Lalu ada luka pada Alpin dan Amelia,” ucap Idris didampingi Dedi yang masih keluarganya.

    Untuk itu dirinya sangat berharap agar misteri kematian kedua anak bisa segera terungkap. Apalagi kecurigaan bahwa anaknya bukan tenggelam mulai terkuak. Waktu di lokasi kejadian, lanjut dia juga sudah curiga. Terutama kedua korban tenggelam masih berpakaian, dan sendal mereka tersusun rapi.

    Serta tidak ada bekas di lokasi kejadian seperti tanda – tanda terpeleset. “Saya sudah korban dan menjadi korban,” ujar. Idris yang menyebutkan, uang untuk otopsi Rp 15 juta di dapat pinjaman dengan rentenir.

    Kematian kedua anak itu, berdasarkan Team forensik dari Polda Sumsel yang terdiri dari tim DVI 5 orang dan 4 orang koas, Senin (30/5)  jam. 09.30 melakukan otopsi terhadap jazad Alpin dan jazad Amelia.

    “Saya harapkan secepatnya polisi bisa mengungkap kasus anak saya jangan diambangkan seperti ini,” timpal Dedi. (RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com