• Tahu-Mie gunakan Pengawet

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palembang, Selasa (7/6) melakukan inpeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar bedug yang menyajikan menu berbuka puasa. Hasilnya, masih ada makanan yang mengandung pengawet yang dijual.

    Petugas menelusuri Pasar Bedug di kawasan Jalan Ratna.  Dari penjaja makanan yang ada disana, pihak BPOM kembali mengambil sembilan sampel makanan dari sembilan pedagang.

    Dari hasil pemeriksaan sampel tersebut, ditemukan makanan yang mengandung formalin (pengawet mayat) pada makanan tahu dan mie.

    “Setelah kami periksa sampel, hasil dari uji rapid bascip pada sembilan makanan, semuanya positif mengandung formalin,” terang Kepala Seksi Informasi dan konsumen BPOM, Gustini.

    Gustini sangat menyayangkan, masih ada pedagang yang menjual makanan memakai bahan pengawet ini. Untuk itu, lanjut dia, penjual dan pemiliknya akan didata, dan makanan yang mengandung zat berbahaya itu akan langsung dimusnahkan.

    “Kita akan menyuruh pedagangnya yang memusnahan makanan itu. BPOM hanya bertindak sebagai saksi,” katanya.

    Nantinya, lanjut Gustini, pihaknya akan mencari tahu asal mie dan tahu yang mengandung formalin tersebut. “Kami akan cari tahu siapa produsen sebenarnya. Itu yang akan kami tindak,” tegasnya.

    Sementara, salah satu pedagang yang enggan menyebutkan namanya mengaku, tidak tahu jika makanan yang dijualnya mengandung pengawet.

    “Saya juga beli dari orang lain. Saya tidak tahu persis pembuatannya memakai apa,” tukasnya

    Sementara di pasar bedug yang ada di Masjid Agung, petugas tidak menemukan adanya bahan kimia berbahaya dalam makanan yang dijual.

    “Kami sudah cek sampel makanan yang dijual pedagang. Dari dua sampel, mie dan tahu yang diuji tersebut petugas menyatakan makanan tersebut bebas dari bahan berbahaya,” pungkas dia.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com