• Sembilan Remaja Mabuk-Mabukan Di Boyolali Diamankan

    0

         Boyolali, jurnalsumatra.com – Sembilan remaja yang sedang mabuk-mabukan menenggak minuman keras di Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja setempat dalam operasi tertib umum pada bulan puasa.
    Sembilan remaja yang terjaring patroli tersebut sedang mabuk-mabukan dengan minuman keras oplosan di Jalan Ir Soekarno dan Ahmad Yani Komplek Perkatoran Terpadu Boyolali, pada Kamis (9/6) malam, kata Kepala Seksi Penyidik PNS Satpol PP Boyolali, Tri Joko, di Boyolali, Jumat.
    Menurut Tri Joko, kesembilan remaja yang rata-rata usia 18 hingga 21 tahun tersebut kemudian langsung dibawa ke Kantor Satpol PP untuk didata identitasnya serta untuk dilakukan pembinaan dan sosialisasi tentang peraturan daerah (perda) terkait minuman keras.
    “Kami juga menemukan barang bukti sebanyak enam botol berisi minuman keras oplosan sisa pesta miras,” katanya.
    Tri Joko mengatakan, dari hasil operasi tersebut kesembilan pelaku mabuk-mabukan didata identitasnya, dibina, diberikan sosialisasi dan kemudian diserahkan ke orang tuanya.
    Jika ranahnya ke tindak pidana, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polres Boyolali, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri setempat terkait penerapan perda.

         Namun, kata dia, karena para remaja tersebut baru pertama kali ditangkap saat pesta minuman keras sehingga mereka hanya didata identitasnya dan dibina.
    Pihaknya sebenarnya dapat menindak para pelaku tersebut dengan pasal tindak pidana ringan (tipiring) sesuai Peraturan Daerah (Perda) Poyolali Nomor 5/2016 tentang Ketertiban Umum. Perda Ketertiban Umum khususnya Pasal 8 mengatur tentang sanksi mabuk-mabukan di tempat umum.
    “Pelaku dapat langsung dikenai tindak pidana ringan dengan ancaman hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp50 juta,” kata Tri Joko.
    Tri Joko menjelaskan, pihaknya melakukan operasi tersebut menindaklanjuti banyak laporan masyarakat bahwa di Komplek Perkantoran Terpadu Boyolali sering digunakan “nongkrong” dan untuk mabuk-mabukan.
    “Kami bekerjasama dengan anggota Polsek Mojosongo langsung melakukan patroli di lokasi strategis dan menjaring para remaja yang sedang pesta minuman keras,” katanya.
    Para remaja yang masih di bawah umur ikut terjaring razia ketertiban umum, kata dia, akan diserahkan ke Dinas Sosial Boyolali untuk dibawa ke panti rehabilitasi di Tawangmangu Karanganyar.
    Kendati demikian, pihaknya terus melakukan patroli secara rutin di komplek perkantoran terpadu ini, agar masyarakat yang menjalankan ibadah puasa merasakan kenyamanan dan keamanan kondusif.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com