• SATPOL PP Awasi Tempat Hiburan Selama Ramadhan

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kupang melakukan pengawasan terhadap semua tempat hiburan malam di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini selama bulan Ramdhan, untuk memastikan aktivitasnya tidak mengganggu umat yang bepuasa.
    “Personel Polisi Pamong Praja akan melakukan patroli ke lokasi hiburan malam untuk pastikan tidak ada pelanggaran aktivitas serbagaimana yang ditetapkan,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang Thomas Dagang kepada Antara di Kupang, Sabtu.
    Menurut dia, pelaksanaan pengawasan tempat hiburan malam (pub dan karaoke) dilandasi oleh edaran pembatasan aktivitas semua lokasi itu selama bulan Ramadhan, yang pembatasan operasionalnya pada pukul 20.00 Wita sampai pukul 00.00 Wita.
    “Kalau pada hari normal semua tempat hiburan malam itu beroperasi dari pukul 18.00 sampai pukul 02.00 dini hari. Selama Ramdhan dibatasi sampai pukul 00.00 Wita,” katanya.
    Selain melakukan pengawasan bersama personelnya secara internal, Thomas mengaku juga segera berkoordinasi dengan sejumlah dinas teknis lainnya, seperti aparat kepolisian, dinas sosial, dinas pariwisata, dinas kependudukan dan catatan sipil, untuk melakukan penindakan dalam pelaksanaan pengawasan itu.
    Menurut dia, Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT yang memiliki beragam suku dan agama itu harus tetap berada dalam situasi aman dan damai.
    Nilai toleransi yang selama ini terbangun dan telah dinikmati seluruh warga di daerah ini, harus terus terpelihara. Karena itu, saling menghormati dengan mengedepankan nilai toleransi harus tetap terpelihara, ujarnya.
    Sebagai aparatur yang bertugas mengamankan pelaksanaan perda dan seluruh jenis peraturan lainnya di daerah itu, wajib melaksanakan tugasnya untuk pencapaian penerapan aturan itu.
    “Karena itu, kami berharap kerja sama semua pihak untuk tetap menjaga dan merawat kedamaian yang sudah ada ini,” katanya.
    Dia mengatakan, penerapan sanksi terhadap pelaksanaan pengawasan itu sudah pasti dilakukan, untuk sebuah penegakan hukum yang berlaku.
    “Kita tentu akan menerapkan sanki jika masih ada yang melanggar ketentuan yang ada. Prinsipnya kami siap lakukan tugas dan penegakan sanksi sesuai edaran yang akan disampaikan,” kata Thomas.
    Terbitkan edaran
    Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Kupang Alan Yoga Girsang yang dihubungi secara terpisah mengatakan, segera menerbitkan edaran pembatasan tempat hiburan malam termasuk lokalisasi selama bulan Ramadhan untuk menghormati umat Muslim yang berpuasa.
    Menurut dia, edaran pembatasan jam hiburan malam itu mengacu pada Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum, Perda Lokalisasi dan Perda tentang Pemondokan.
    “Aturan ini sudah saban tahun kita terapkan sebagai bentuk penghormatan dan pengembangan nilai toleransi antarwarga di kota yang berjuluk Kasih ini,” ujarnya.
    Meski masih sedang diproses, atas nama tiga peraturan daerah itu, dinas dan instansi teknis lainnya seperti Sat Pol PP dan dinas lainnya harus sudah melakukan pengawasan sejak awal puasa lalu.
    Aksi Sat Pol PP dan sejumlah dinas serta instansi itu dimaksud sebagai bagian dari langkah pendekatan persuasif.
    “Jadi saatnya ketika edaran sudah ada, langsung ditindak jika masih masih ada yang melanggar,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com