• Satgan Desak Dikejari Telaah Dugaan Korupsi di Pangkalan Balai

    0
    satgan

    Satgan Desak Dikejari Telaah Dugaan Korupsi di Pangkalan Balai

    BANYUASIN, jurnalsumatra.com – Diduga tuntutan belum mendapatkan tanggapan dari pihak Kejaksaan Negeri Pangkalan balai selama Kurang lebih dua pekan pada Selasa, (31/5) 2016, Satuan Gerakan Amanat Nusantara (Satgan) kembali mendatangi Kejaksaan Negeri Banyuasin Senin, (13/6) 2016 sekira pukul 10 00 WIB.

    Kedatangan Satuan Gerakan Amanat Nasional meminta Kejaksaan Negeri Banyuasin untuk melakukan tela’ah realisasi terhadap kegiatan-kegiatan terkait dan sama dengan tuntutan yang disampaikan sebelumnya  yang dilakukan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banyuasin tahun anggaran 2015 meliputi pengadaan kapal nelayan.

    Satgan juga membeberkan beberapa dugaan yang dilakukan Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Banyuasin. Kordinator Aksi, Heri mengatakan dalam orasinya supaya Kejaksaan Negeri Banyuasin segera mengungkap kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Banyuasin.

    “Agar jangan jadi kebingungan bagi kita, perihal ini juga dianggap perlu untuk dilakukan tela’ah dan investigasi lanjut oleh pihak kejaksaan agar semua jadi transparan,” bebernya kepada awak media. di depan Kejaksaan Negeri Banyuasin.

    Sementara dari pihak kejaksaan Negeri Banyuasin melalui Kasi Pidsus, Riyan Samapta,SH menyampaikan supaya data pendukung dari aksi yang dilakukan Satgan. yang berkantor di belakang RS Umum Palembang untuk di lengkapi.

    “Kami meminta data pendukung,setelah data pendukung di serahkan maka, akan kami proses apa yang jadi tuntutan dari rekan rekan,”jelasnya

    Setelah di jelaskan oleh pihak kejaksaan, Satuan Gerakan Amanat Nasional yang koordinatori oleh Heri mengatakan akan melengkapi data pendukung sesuai yang di pinta pihak kejaksaan Negeri Banyuasin.

    “Ya nanti kami akan lengkapi berkas yang diminta agar kasus yang kami suarakan ini bisa segera dieksekusi,”ucapnya.

    Sekdis Dinas Perikanan dan Kelauatan Banyuasin Drs Suroharjo saat dikonfirmasi fia Hp membantah atas demo mahasiswa tersebut, kalau kegiatan tahun 2015 sudah dilaksanakan sesuai prosedur.

    “Misal contoh pegadaan kapal nelayan ditenderkan melalui ULP, barang sudah diperikasa oleh lembaga eksteren yakni BPK, serta Oleh lembaga intern dalam hal ini Dirjen, serta sudah mendapat sertifikat layak berlayar dan juga pembuatan kapal tersebut dilakukan oleh para ahlinya,” ujarnya. (Luibis)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com