• Sabu Kirim Ribuan Ton Garam Ke Surabaya

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Sebanyak 2.000 ton garam curah siap dikirim dari Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur dengan menggunakan KM. Clarisa, kata Bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome, Senin.
    “Saat ini sedang dilakukan pengangkutan ke dalam kapal tersebut dan kemungkinan besok atau lusa sudah diberangkatkan menuju ke Surabaya,” kata Marthen saat dihubungi dari Kupang, terkait perkembangan pengangkutan garam curah yang dimiliki oleh Pemda setempat.
    Banyaknya jumlah garam yang dikirim tersebut akibat permintaan dari sejumlah pedagang di Surabaya meningkat, sehingga pengirimannya juga tidak menggunakan kapal tol laut yang selama ini disiapkan pemerintah untuk mengangkut sejumlah Komoditas dari sejumlah pulau di NTT.
    Ia menjelaskan, para pedagang yang menginginkan garam dari Kabupaten Sabu Raijua terpaksa mengangkut garam dengan menyewa kapal sendiri karena pihaknya juga membutuhkan garam dalam jumlah yang banyak.
    “Kalau kapal tol laut yang disiapkan pemerintah hanya mampu mengangkut 400-an ton garam dari Sabu Raijua, padahal saat ini  jumlah produksi garam di Sabu Raijua semakin meningkat akibat cuaca panas yang dimanfaatkan oleh warga untuk memproduksi garam,” ujarnya.

        Menurutnya jika pemerintah menyediakan kapal khusus lagi maka dipastikan garam yang dikirim dari Sabu Raijua akan terus meningkat karena hal tersebut akan memacu semangat dari para petani garam di daerah itu untuk meningkatkan hasil panennya.
    Namun ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Joko Widodo karena telah menyiapkan sebuah kapal Tol laut yang selama ini telah mengangkut Komoditas dari pulau tersebut.
    “Tetapi kami masyarakat di Sabu berharap agar pembangunan jembatan di Sabu Raijua bisa dikembangkan. Artinya bisa diperpanjang lagi. Karena sejauh ini kapal dengan ukuran yang besar susah untuk bersandar di pelabuhan kami karena sangat dangkal,” tambahnya.
    Bahkan selama ini dirinya telah berulangkali meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang dermaga tersebut, namun hingga saat ini belum terealisasi.
    Ia juga justru meminta agar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bisa mengunjungi pulau tersebut karena sejauh ini selain garam, rumput laut di daerah tersebut sangat berkualitas. Bahkan menurutnya pemberitaan yang  Sumba Timur memiliki kualitas rumput laut terbaik tidaklah benar.
    “Banyak yang tidak mengenal Sabu Raijua. Oleh karena itu kami harapkan ibu Susi bisa mendatangi kami untuk melihat dan memantu hasil rumput laut di daerah ini,” demikian Marthen.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com