• Ratusan Karyawan Rsi Purwokerto Berunjuk Rasa

    0

    Purwokerto, jurnalsumatra.com – Sekitar 200 karyawan Rumah Sakit Islam Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berunjuk rasa untuk menolak penggantian dan pelantikan pejabat baru di lingkungan RSI Purwokerto.
    Dalam unjuk rasa yang digelar di halaman RSI Purwokerto, Jumat, massa membentangkan berbagai spanduk dan poster antara lain bertuliskan “Pertahankan Amanah Warga Banyumas” dan “Rumah Sakit Islam Purwokerto Bukan Milik Muhammadiyah”.
    Aksi unjuk rasa itu juga diisi dengan orasi yang disampaikan oleh perwakilan karyawan maupun Serikat Pekerja (SP) RSI Purwokerto.
    Usai berunjuk rasa di halaman RSI Purwokerto, massa selanjutnya mendatangi DPRD Banyumas yang berada di kompleks Pendopo Si Panji yang berjarak sekitar 4 kilometer dengan menggunakan sepeda motor dan mobil.
    Sesampainya di depan pintu gerbang Pendopo Si Panji, massa kembali berorasi untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait penggantian dan pelantikan pejabat baru di lingkungan RSI Purwokerto termasuk pengambilalihan rumah sakit itu oleh Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Banyumas yang selanjutnya akan dijadikan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
    Selain karyawan RSI Purwokerto, sejumlah warga sekitar rumah sakit itu juga turut berunjuk rasa sebagai wujud keprihatinan mereka.
    Saat ditemui wartawan, salah seorang pengunjuk rasa, Arif Rochyadi mengaku telah bekerja selama 20 tahun di RSI Purwokerto namun selama itu, Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Purwokerto tidak pernah mengangkat karyawan dengan seenaknya.
    Akan tetapi sejak PD Muhammadiyah Banyumas mengambil alih RSI Purwokerto, kata dia, lima pejabat rumah sakit itu diganti tanpa ada alasan yang jelas.
    “Jangan seenaknya, saya jadi karyawan RSI sudah 20 tahun dan tidak ada kejadian seperti ini. Benar, baru kali ini,” kata dia yang bekerja sebagai sopir RSI Purwokerto.
    Bahkan, kata dia, direktur RSI Purwokerto tidak pernah diperkenalkan kepada karyawan sehingga banyak karyawan yang tidak tahu siapa direkturnya saat ini.
    Menurut dia, RSI Purwokerto bukanlah milik PD Muhammadiyah Banyumas karena rumah sakit itu didirikan dengan dana infak dari masyarakat Kabupaten Banyumas dan dikelola oleh Yarsi Purwokerto.
    Kendati 200 karyawannya berunjuk rasa, dia mengatakan pelayanan di RSI Purwokerto khususnya untuk gawat darurat dan rawat inap tetap berjalan karena masih ada 50 karyawan yang tetap melaksanakan tugasnya di rumah sakit.
    Karyawan lainnya, Vio Setya mengaku sedih karena lima rekannya dicopot dari jabatannya secara semena-mena oleh manajemen yang baru.
    “Tahu-tahu teman kami dilengserkan begitu saja,” kata dia yang bekerja di bagian rekam medis itu sambil meneteskan air mata.
    Dia mengaku sempat mendengar informasi bahwa manajemen baru akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal terhadap karyawan RSI Purwokerto.
    Setelah menunggu sekitar 30 menit, ratusan karyawan RSI Purwokerto itu diterima Ketua DPRD Banyumas Juli Krisdiyanto di Ruang Rapat Paripurna.
    Dalam kesempatan itu, Juli mempersilakan perwakilan karyawan RSI Purwokerto untuk menyampaikan keluhan-keluhan mereka.
    Terkait hal itu, Ketua SP RSI Purwokerto Agus Riyanto membacakan pernyataan sikap yang intinya menolak penggantian pejabat tanpa melalui mekanisme yang berlaku di RSI Purwokerto selama ini.
    “Untuk menjadi pegawai di RSI harus sesuai dengan peraturan yang telah diatur dalam Buku Pola Ketenagaan Rumah Sakit Islam Purwokerto, yaitu memenuhi persyaratan administrasi, pemeriksaan berkas lamaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi, dan masa kontrak,” katanya.
    Menurut dia, Buku Pola Ketenagaan Rumah Sakit Islam Purwokerto juga mengatur masalah pemindahan pegawai sesuai yang tercantum dalam Pasal 114, yakni dilakukan atas dasar alih jabatan, alih wilayah, alih pengalaman, alih tugas, dan dinilai lebih cocok karena telah menempuh pendidikan atau pelatihan khusus.
    Oleh karena

    itu, dia memohon kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas dan DPRD Banyumas menegur dan memberi sanksi kepada pengurus Yarsi Purwokerto (pengurus bentukan PD Muhammadiyah Banyumas, red.) karena melanggar peraturan yayasan dalam penggantian pejabat RSI.
    Selain itu, kata dia, pihaknya memohon kepada Pemkab Banyumas dan DPRD Banyumas untuk menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran terhadap Undang-Unang Yayasan serta surat-surat keputusan dan rekomendasi Bupati Banyumas almarhum Roedjito pada saat Yarsi dan RSI Purwokerto berdiri.
    “Kami juga meminta Pemkab Banyumas dan DPRD untuk berperan mengembalikan independensi RSI Purwokerto yang keberadaannya merupakan hasil swasembada murni masyarakat Banyumas sebagaimana dinyatakan dalam Surat Rekomendasi Bupati Banyumas Roedjito pada  1986,” katanya.
    Sementara Ketua RT di lingkungan RSI Purwokerto, Adrian mengaku prihatin atas polemik yang terjadi di RSI Purwokerto karena rumah sakit itu berdiri dengan dana sumbangan atau infak dari masyarakat Banyumas, bukan dana dari Muhammadiyah.
    “Sebagai warga Muhammadiyah, saya mendukung RSI Purwokerto. Bahkan berdasarkan data, RSI Purwokerto tidak masuk dalam aset Muhammadiyah,” katanya.
    Oleh karena

    itu, dia mengaku siap mencabut izin gangguan jika PD Muhammadiyah tetap bersikukuh untuk mengambil alih RSI Purwokerto.
    Salah seorang karyawan RSI Purwokerto menduga pengambilalihan RSI Purwokerto itu dilakukan karena izin rumah sakit pendidikan yang didirikan untuk kebutuhan Fakultas Kedokteran UMP tidak keluar sehingga berusaha mengambil alih rumah sakit yang telah jadi.
    Usai mendengarkan keluhan-keluhan karyawan RSI Purwokerto, Ketua DPRD Banyumas Juli Krisdiyanto menyatakan akan membawa permasalahan tersebut ke rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) karena menyangkut banyak komponen, baik pegawai pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
    “Termasuk masalah dokumen sejarah berdirinya RSI yang surat keputusannya ditandatangani Bupati Roedjito,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com