• Ratusan Bangunan Pesisir Bantul Langgar Sempadan Pantai

    0

        Bantul, jurnalsumatra.com – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat ratusan bangunan tempat usaha di sepanjang pesisir selatan daerah ini melanggar garis sempadan pantai yang diatur dalam peraturan daerah.
    “Kalau (bangunan) yang melanggar sempadan pantai angka pastinya belum, tetapi kalau ratusan sampailah itu, dan yang jelas sudah ada data-datanya,” kata Kepala Satpol PP Bantul, Hermawan Setiadji di Bantul, Senin.
    Menurut dia, sesuai Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 16 Tahun 2011 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil, area sempadan pantai yang berjarak 200 meter dari garis pantai harus bebas dari bangunan maupun aktivitas permanen dari masyarakat.
    Ia mengatakan, berkaitan dengan pelanggaran sempadan pantai itu, Satpol PP Bantul sudah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait dan hasilnya sudah disampaikan ke bupati untuk kemudian menunggu arahan untuk upaya penataan.

        “Yang jelas saya sudah koordinasi dengan pak camat, pak lurah yang punya sempadan pantai dan pak dukuh. Kemarin sudah ada kesepahaman dan mereka bersama-sama mau cek ulang ke lapangan,” katanya.
    Namun demikian, saat ditanya terkait kapan penataan bangunan yang melanggar sempadan pantai, aparat pemerintah daerah ini masih menunggu instruksi Bupati Bantul, termasuk teknis penataan kawasan pantai selatan akan dibahas dengan instansi terkait.
    “Target awal (penataan) memang belum ya, karena nanti ikut Pak Bupati saja disposisinya bagaimana, kalau beliau pesan yang penting ada komunikasi, komunikasi dengan masyarakat dan carikan solusi,” katanya.
    Sementara itu, terkait dengan kepemilikan bangunan yang melanggar di sempadan pantai selatan itu, Hermawan mengatakan, secara keseluruhan belum ada pengecekan, namun berdasarkan hasil pendataan di salah satu pantai mayoritas bukan warga Bantul.
    “Kemarin kita sampel di Pantai Pelangi itu ada sekitar 40an bangunan, namun yang milik warga Bantul hanya tiga, datanya sudah kita klarifikasi. Untuk wilayah Pantai Depok kita belum cek, karena yang sudah didata hanya wilayah timur Depok,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com