• Rahma Riyanti Bisnis Hijab Turki Semakin Mantap Berhijab

    0
    Rahma Riyanti Bisnis Hijab Turki Semakin Mantap Berhijab

    Rahma Riyanti Bisnis Hijab Turki Semakin Mantap Berhijab

    Palembang, jurnalsumatra.com – Memilih bisnis Jilbab Turki karena hijabnya beda dari motif-motif yang ada begitupun dengan materialnya yang unik sampai memantafkan untuk berhijab sampai dengan sekarang ini.

    Rahma Riyanti lulusan dari Teknik Sipil UNSRI (Universitas Sriwijaya) angkatan tahun 2000 Kampus Inderalaya, Sumatera Selatan ini, dibincangi jurnalsumatra.com mengatakan “Awalnya aku berhijab itu waktu keterima kerja PNS di Depag Jambi, tapi kalau sekarang sudah Mutasi ke Kemenag Prov. Sumsel” ungkapnya mengawali obrolan kami.

    Dikatakanya, selain bekerja dirinya, jualan dari bazaar ke bazaar setiap hari. karena menjalani aktivitas sebagai pegawai negeri tadi, jadi jualan on line lewat Instagram. Yang sebelumnya buka butik di Jambi, yaitu menjual baju-baju Japan, Korea Style dan karena sudah mengunakan hijab juga bekerja di Depag, akhirnya berupa dengan hijrah ke busana hijab.

    “Dari bisnis yang ditekuni ini berhubungan dengan motivasi hijrah dari belum mantap berhijab, menjadi lebih yakin lagi” tambahnya.

    Menurutnya, sebelumnya, ia bekerja di Nokia Siemen Network Project Tower Telkomsel untuk daerah Jambi nama posisinya Site Acqutition dari tahun 2006 sampai dengan 2008 kemudian resign. “Pada tahun 2007 saat usia 25 tahun saya menikah dan mendapat anak pertama yang lahir tahun 2008 laki-laki dan kedua perempuan 2009.” Jelasnya.

    Setelah resign saya buka butik baju-baju Korea di Jambi. Pada tahun 2010 saya ikut tes CPNS Kementerian Agama dan lolos pada tahun 2011 kemudian jadi CPNS, sementara usaha butik baju Koreanya masih tetap di jalani, tahun 2013 saya mutasi ke Palembang tempat asal saya dan melahirkan anak ke-3 saya laki-laki kembali.

    “Pada tahun 2015 awalnya Saya buka usaha Jilbab Turki, karena ada temen di KBRI Diplomat yang ditempatkan di Negara Turki yang kasih saya Channel Suplier, kebetulan juga ada teman dari Dosen UNSRI yang sekolah S3 di Turkey. Supply saya Jilbab Turki sampai dengan sekarang, selain aktivitas PNS di Kemenag Prov. Sumsel saya jualan melalui bazaar-bazar” pungkas  Anak pertama dari 2 saudara dari kedua orang tua Papa Prabumulih (Sumsel) penisiunan Pertamina sedangkan Mama (Tegal) Jawa Tengah pensiunan PNS.

    Menurutnya Hijab itu kewajiban dilahirkan sebagai muslimah, aturan yang ditaati untuk menjaga yang telah dikaruniakan Allah… selain itu sebagai identitas diri.

    “Sebagai wujud syukur dilahirkan sebagai perempuan muslim, maka itu harus dijaga sesuai syariat Allah dengan cara ditutupi bagian aurat” pungkas Rahama yang saat ini bertugas di Bagian Keuangan Perencanaan di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan. Jl. Ade Irma Nasution, Palembang. mengatakan makna dari mengenakan jilbab. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com