• Puluhan Ekor Sapi Digasak Pencuri

    0

        Kupang , jurnalsumatra.com  -  Sebanyak 50 ekor sapi milik warga Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) digasak pencuri sejak Mei-Juni 2016.
    Para pelakunya selalu beraksi pada malam hari ketika warga sedang tidur lelap, kata Camat Kupang Barat, Yesai Lanus kepada Antara di Desa Kuanheum, 20 km arah barat Kota Kupang, Kamis.
    “Aksi pencurian ternak sapi di wilayah Kupang Barat sudah sangat meresahkan warga, karena jumlah ternak yang dicuri sudah dalam jumlah yang cukup banyak,” ia menjelaskan.
    Kasus pencurian ternak sapi selama dua bulan itu sangat menonjol terjadi di Desa Manulai I dan Desa Tesabela namun beberapa warga yang berada di beberapa desa lainnya di Kupang Barat juga mengalami kejadian serupa.
    Para pelaku pencurian sapi yang selalu berkeliaran di wilayah Kupang Barat, selalu membantai hewan curiannya di kawasan hutan di Kupang Barat, lalu dagingnya diangkut dengan menggunakan mobil ke Kupang. Para pelaku hanya meningalkan kulit sapi dan kepala dan tulang belulang di lokasi tempat sapi dibantai para pelaku pencurian yang diduga berjumlah belasan orang.
    “Para pelakunya diduga dalam jumlah yang banyak karena hewan curian sebagian besar adalah sapi,” ujarnya.

        Dikatakanya, salah seorang warga di Kupang Barat sudah melaporkan tentang kehilangan 12 ekor sapi yang dicuri dari lokasi pengembalaan di kawasan padang di Kupang Barat.
    Aksi pencurian sapi sudah meresahkan sehingga warga setempat berinisiatif untuk melakukan penyisiran di beberapa ruas jalan desa yang dicurigai sebagai tempat pelaku pencurian hewan untuk melarikan diri.
    Kegiatan yang dilakukan warga ternyata berbuntut terjadinya kasus penganiayaan yang dialami pihak yang tidak terkait dalam kasus pencurian sapi. Selama ini, para pelaku membawa hasil curian dengan menggunakan mobil pick up bahkan mobil rental untuk membawa gading hasil curian.
    “Pada hari Rabu sejumlah warga Desa Manulai I sempat mencegat seorang warga kebetulan membawa daging yang dibeli dari warga di Oenesu. Warga lalu mencurigai jika daging tersebut merupakan daging hewan yang curi. Pedagang itu dipukul warga sehingga terjadi kasus pemukulan hingga berujung di Kepolisian,” kata Yesai Lanus.
    Menurut dia, para pelaku pencurian sapi ini berasal dari Kupang dan diduga ada keterlibatan warga di wilayah itu, yang berperan untuk menunjuk lokasi tempat ternak sapi milik warga berada.
    “Tidak mungkin orang luar bisa tahu kalau tidak dibantu pihak lain,” ujarnya.
    Pemerintah Kupang Barat, kata dia, telah mengelar rapat kordinasi bersama pihak Kemanan baik Polri dan TNI serta Kepala Desa di wilayah Kupang Barat membahas kasus pencurian yang semakin marak itu.
    “Sudah disepakati untuk mengaktifkan kegiatan siskamling di setiap desa pada malam hari. Setiap kendaraan yang melintas pada larut malam harus diperiksa,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com