• PU : Jalan Dan Jembatan Kebutuhan Dasar Perbatasan

    0

    Sambas, Kalbar, jurnalsumatra.com- Pembangunan jalan dan jembatan merupakan kebutuhan dasar di daerah perbatasan, demikian Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, Pengairan dan ESDM Sambas, Ferry Madagaskar, Kamis.
    “Akan tetapi kondisi tersebut belum sepenuhnya terealisasi karena masih banyak jalan yang rusak di sepanjang jalan tersebut, termasuk jalan menuju ke perbatasan Temajuk,” ujarnya Ferry di Sambas.
    Ia mengatakan, dari berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa benang merah pembangunan dasar di perbatasan adalah jalan dan jembatan. Oleh sebab itu sejak tahun 2002 Pemerintah Kabupaten Sambas di bawah kepemimpinan Bupati Burhanuddin AR mengalokasikan dana APBD Kabupaten Sambas untuk membangun jalan dan jembatan disertai pembangunan badan jalan menuju Aruk Kecamatan Sajingan sepanjang lebih kurang 50 kilometer dapat dibangun dalam waktu tiga tahun.
    Ferry menambahkan di era Bupati Sambas selanjutnya, Djuliarti H Alwi kembali merintis jalan menuju Temajuk, Paloh. Dari hasil komitmen tersebut, bantuan anggaran untuk mendukung akses ke negara tetangga ini telah mencapai ratusan miliaran rupiah, baik itu melalui dana pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga Asian Development Bank (ADB).
    “Peran pemerintah daerah Kabupaten Sambas dalam pembangunan perbatasan Aruk-Biawak dimulai tahun 2001 dengan merintis jalan menuju ke Aruk, termasuk pembebasan lahan. Untuk merealisasikan itu Pemkab Sambas menggunakan dana DAK selama tiga tahun berturut turut dengan dana mencapai Rp600 juta per tahunnya,” katanya.
    Ferry menjelaskan bahwa setelah merintis jalan dan pembebasan telah diselesaikan Pemkab Sambas, kemudian diserahkan ke pemerintah provinsi.
    Pemkab Sambas juga melakukan upaya lobi ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat disertai dengan isu-isu perbatasan akhirnya hampir setiap tahun pembangunan kawasan perbatasan di Sambas selalu dianggarkan baik itu melalui APBD Provinsi Kalbar maupun APBN.
    “Di tahun 2010 Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sambas merintis jalan menuju perbatasan Temajok, Kecamatan Paloh dengan Teluk Melano, Malaysia,” katanya.
    Ia menambahkan pada tahun 2012 kawasan yang sempat menjadi isu nasional karena kasus Camar Bulan tersebut mendapat kucuran dana dari DAK sebesar Rp6 miliar, ditambah bantuan dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) sebesar Rp6,5 miliar.
    “Sebelum ada pembangunan infrastruktur untuk mencapai Temajok dari Sambas bisa mencapai dua hari dua malam, itupun tergantung musim pasang surutnya air laut. Tapi sekarang tiga jam saja, di kawasan Paloh juga program dari pusat yaitu 100 hektare pertanian dilaksanakan dan pintu air juga sudah dibangun,” kata Ferry.
    Selanjutnya kata Ferry pada tahun 2012 Kementerian PU membangun jalan paralel perbatasan dengan lokasi Temajok-Sambas dan Sambas batas Temajok.
    “Di tahun 2013 pembangunannya masih Temajok batas Sambas dengan lebar jalan 30 meter dan panjangnya kurang lebih 58 Km, pembangunan ini memakan anggaran puluhan miliar dari dana APBN,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com