• PTN Jadi Sasaran Utama Lulusan SLTA

    0

    Kupang, jurnalsumatra.co – Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Nusa Tenggara Timur maupun di daerah lain di Indonesia, masih tetap menjadi sasaran utama siswa lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).
    “Faktor utama yang mendorong mereka ke PTN, karena biaya pendidikannya masih tergolong murah,” kata Kepala SMA Negeri 3 Kupang Dra Selfina S Dethan dan Kepala SMA Negeri 5 Kupang Ruben Kalli yang dihubungi Antara secara terpisah di Kupang, Sabtu.
    Selfina Dethan mengatakan dari 465 siswa kelas XII SMA Negeri 3 Kupang, 60 persen siswa di antaranya memilih ikut seleksi masuk di perguruan tinggi negeri (PTN).
    Ia mengatakan selain faktor biaya pendidikan yang masih mudah dijangkau, akreditas PTN pada umumnya juga jelas ketimbang perguruan tinggi swasta (PTS).
    “Kami selalu menyampaikan kepada para siswa untuk melihat dengan teliti akreditas kampus yang dituju. Kami selalu sarankan agar mereka mencari dan memilih yang akreditasinya A,” katanya.
    Hal tersebut dijelaskannya karena pertimbangan banyaknya perguruan tinggi swasta (PTS) yang akreditasinya tidak jelas dan bermasalah di kemudian hari.
    “Kami takutnya dalam perjalanan baru akreditasi bermasalah, labih baik utamakan yang berakreditasi bagus,” katanya dan menambahkan kalaupun pilihan mereka itu jatuh ke PTS, tetap utamakan yang berakreditasi A atau minimal B.
    Ia mengatakan dari 60 persen siswa tersebut lebih banyak memilih tes masuk di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, sementara yang lain menuju ke perguruan tinggi negeri dan swasta di Pulau Jawa dan Bali.
    Sejalan dengan itu, Kepala SMA Negeri 5 Kupang Ruben Kalli menilai bahwa perguruan tinggi negeri masih menjadi tujuan utama para lulusan di sekolahnya karena biaya pendidikannya murah.
    “Sekitar 80 persen pelajar yang lulus di sini (SMAN 5 Kupang) memilih ikut tes masuk perguruan tinggi negeri karena biaya pendidikan murah apalagi sekarang ada program beasiswa Bidikmisi,” katanya menjelaskan.
    Ruben Kalli mengatakan meskipun daya tampung di perguruan tinggi negeri terbatas, pihaknya tetap mendorong siswa untuk ikut bersaing dalam seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri.
    “Ada juga perguruan tinggi swasta yang jemput bola melakukan sosialisasi langsung ke sini. Kami tetap memfasilitasi, namun tetap melihat latar belakang dan kualitas dari PTS tersebut,” katanya.
    Pengamat masalah pendidikan dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Prof Dr Felysianus Sanga mengatakan banyak pelajar lulusan SLTA yang mengikuti seleksi masuk PTN menunjukkan bahwa perguruan tinggi negeri masih menjadi tujuan utama.
    Dalam tahun kuliah 2016/2017, kata Felysianus, tercatat sebanyak 13.000 calon mahasiswa ikut test masuk di PTN Undana dan Universitas Timor (Unimor) di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, namun 11.319 di antaranya menyasar di Undana Kupang.
    “Jumlah tersebut mengalami peningkatan meskipun tidak begitu signifikan, tetapi sudah mengindikasikan bahwa PTN (Undana dan Unimor) masih menjadi minat utama lulusan SLTA untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi,” katanya ketika dihubungi Antara secara terpisah.
    “Barangkali karena biaya pendidikan yang masih lebih murah dan sistem pendidikan yang menurut mereka masih lebih baik dan selektif,” kata Felysianus yang juga salah seorang budayawan di NTT itu.
    Ia menambahkan keadaan tersebut secara berkesinambungan dengan upayah perguruan tinggi untuk meningkatkan sarana dan prasarana seperti pengembangan sistem pendidikan yang baik agar bisa memenuhi kebutuhan jumlah pelajar yang semakin bertambah pula.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com