• Produksi Sampah Kota Banjarmasin Bertambah 30 Ton

    0

         Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin Mukhyar mengungkapkan, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan itu mendapat tambahan sampah sekitar 30 ton sehari saat bulan Ramadhan ini.
    “Saat bulan Ramadhan ini volume sampah meningkat sekitar lima persen, atau sekitar 30 ton  per hari,”  katanya di Balaikota, Kamis.
    Menurut Mukhyar, bertambahnya sampah utamanya dihasilkan dari pasar-pasar Ramadhan dan pedagang buah-buahan yang menjamur keberadaanya saat ini, selain itu tentunya dari rumah tangga.
    “Tapi meningkatnya volume sampah ini tidak begitu juga merepotkan petugas kebersihan kita, masih dapat diatasi seperti biasa,” ucap Mukhyar.
    Hanya saja, kata dia, tugas para petugas kebersihan saja yang diubah selama Ramadhan ini, khususnya untuk menangani pasar Ramadhan yang bisa tutup sekitar pukul 22.00 Wita.
    “Kita juga tidak menambah petugas kebersihan mengatasi besarnya sampah di bulan Ramadhan ini, strateginya yang mana ada longgar kerjaan, kita minta membantu kedaerah ada titik pasar Ramadhan,” tuturnya.

         Demikain juga soal angkutan, kata Mukhyar, pihaknya tetap menumpukan kesebanyak 60 armada truk sampah yang ada, di mana sebanyak 600 ton sampah setiap harinya bisa di atasi dengan baik.
    “Yang terus kita ingatkan kepada masyarakat, jangan membuang sampah kesungai,” ujarnya.
    Menurut Mukhyar, kalau masih banyak sampah yang dibuang masyarakat kesungai, maka akan sulit meningkatkan penanganan sampah hingga 100 persen dapat dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih.
    “Saat inikan baru sekitar 50 persennya saja yang tertangani sampah hingga ke TPA, sebagian lagi dapat dikelola menjadi daur ulang, sebagiannya tidak terambil karena dibuang kesungai dan kolong rumah,” tuturnya.
    Dari itu, kata dia, program pemerintah kota memperbanyak Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST)  dan menggelorakan masyarakat membangun bank sampah sebagai salah satu langkah mengurangi pembuangan ke TPA.
    “Karena sampah saat ini bisa bernilai ekonomi yang tinggi, dan sudah banyak yang menyadari itu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com