• Produk Kreatif Luwu Utara Terkendala Pemasaran

    0

    Luwu Utara, Sulsel, jurnalsumatra.com- Sejumlah produk industri kreatif Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan kesulitan berkembang maksimal karena terkendala sistem pemasaran atau penjualan.
    Camat Tanah Lili, Jahir di Luwu Utara, Sabtu, mengatakan pihaknya memang selama ini memiliki produk dari laut seperti mie dari rumput laut dan abon ikan.
    “Desa Munte ini memiliki banyak produk unggulan meski masih sering terkendala kemana kita bisa pasarkan untuk mambantu meningkatkan kesejahteraan warga,”jelasnya.
    Selain pemasaran, kata dia, pihaknya juga masih suliat dalam hal pengemasan atau pembungkusan produk yang lebih berciri khas dan unik. Akibatnya harga yang ditawarkan juga tidak masksimal jika dibandingkan dengan yang sudah di bungkus lebih menarik dan punya cap khusus.
    Bahkan menurut dia, produk yang dihasilkan masyarakat di kecamatan Tana Lili itu justru digunakan orang lain dan kemudian meengemasnya lebih baik. Dengan pengemasan yang lebih menarik tentu meningkatkan nilai harga produk tersebut.
    Seperti halnya penjual di Kota Parepare, kata dia, para pengusaha disana terkadang mengambil produk dari Luwu utara namun kemudian mengemasnya sesuai logo atau merek dari usaha mereka sendiri.
    “Tentu jika pengemasannya lebih unik maka harganya juga bisa lebih bersaing. Namun itulah yang menjadi kendala di masyarakat kami dalam penjualan produk kreatif yang kita kembangkan,” katanya.
    Sementara Kepala Desa Munte, Tanah Lili, Luwu Utara, Suryanto mengakui jika produk mie dari rumput laut dan abon ikan memang menjadi salah satu produk unggulan bagi masyarakat di desanya tersebut.
    Pihaknya juga berharap dalam perkembangan kedepan, produk yang menjadi potensi dari desanya tersebut bisa lebih meningkat dan menjadi pilihan dari masyarakat baik di Luwu Utara ataupun daerah di sekitarnya.
    “Untuk masalah penjualan, kita serahkan ke Bundes (Badan Usaha Desa) untuk kesejahteraan desa. Kami juga berharap untuk harga rumput lain yang setahun ini menurun, juga bisa kembali normal seperti dulu yakni Rp11 ribu,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com