• Posko Pengaduan THR Ditiadakan

    0

    thr_2406_20150624_094828PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah tinggal minggu, Dinas Tenga Kerja (Disnaker) Kota Palembang meminta seluruh perusahaan dihimbau untuk segera membayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para karyawan. dengan minimal satu bulan masa kerja, telah berhak mendapatkan THR dengan perhitungan proporsional.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang Isnaini Madani mengaku jika pihaknya belum mendapatkan laporan apapun terkait keluhan THR oleh pekerja, masih cukup banyak waktu bagi perusahaan untuk membayarkan bonus jelang lebaran tersebut pada pekerja.

    “Sejauh ini belum ada laporan apapun soal THR. Tentunya kita berharap tidak ada masalah apapun, namun kami berharap perusahaan menunaikan kewajibannya dengan membayar THR kepada para karyawan,”kata Isnaini, kemarin (22/6).

    Apalagi terkait PHK yang dilakukan perusahaan jelang lebaran untuk menghindari pembayaran THR pada pekerja. Ia merasrasa tidak ada perusahan yang melakukan PHK kepada karyawan.”terlalu kecil masalahnya jika PHK karena untuk mangkir dari kewajiban membayar THR kepada para karyawan yang dilakukan perusahaan,”kata Isnaini.
    Terkait posko pengaduan THR yang setiap tahunnya selalu dibuka, Isnaini menyatakan tahun ini dipastikan tidak akan dibuka. Pihaknya akan memaksimalkan Kios Pelayanan Ketenagakerjaan Terpadu (KPKT) yang telah dioperasionalkan sejak Februari silam.

    Melalui KPKT ini, pekerja yang ingin mengeluhkan apapun terkait pekerjaannya, termasuk THR dapat melakukan laporan. Laporan tersebut nantinya akan segera ditindaklanjuti oleh Disnaker dengan memanggil pimpinan perusahaan.

    “Kita juga ada Lembaga Kerja Sama (LKS), yang juga menggandeng Apindo. Artinya, kita akan menindak perusahaan yang mangkir dari kewajiban THR dengan melibatkan Apindo,”ujar dia.

    Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Palembang, Hermansyah menghimbau kepada para perusahaan untuk menunaikan kewajibannya membayar THR kepada para karyawan, karena dengan THR dapat meringkan para karyawan dalam rangka menyambut hari raya idul fitri.

    Dikatakan Hermansyah minimnya para investor yang menanamkan sahamnya di Palembang karena kondisi ekonomi yang tidak stabil sehingga berpengaruh langsung terhadap perkembangan ekonomi.

    “Selain itu dampak tingginya UMK yang ditetapkan pemerintah juga berpengaruh langsung kepada para pemilik perusahaan untuk mengeluarkan uang dalam mengaji para karyawan, karena Sumsel ini tertinggi UMKnya yang ada di Sumatera,”jelasnya.

    Tidak hanya itu belum baiknya harga komoditas seperti karet dan sawit juga berpengaruh langsung dengan penjualan beberapa perusahaan seperti otomotif yang cenderung anjlok, karena berdasarkan laporan penjualan motor menurun hingga 45 persen dari tahun lalu.

    “tentu sangat berpengaruh secara langsung karena turunya harga karet, semua sektor terkena dampak dari tidak stabilnya harga karet, untuk itu pemerintah jangan hanya menjual bahan mentah saja keluar negeri, namun bagaimana menciptkan pabrik untuk menekan harga karet,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com