• Polres Dumai Amankan Empat Ton Kayu Ilegal

    0

        Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Dumai, Provinsi Riau berhasil mengamankan sebanyak empat ton kayu olahan dalam bentuk papan yang diduga hasil pembalakan liar.
    “Untuk sementara barang bukti itu telah kita amankan. Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mencari tahu asal kayu jenis campuran itu,” jelas Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Senin.
    Dia menjelaskan, pengungkapan yang dilakukan pada Minggu dinihari lalu (19/6) itu berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas pengumpulan kayu. Informasi tersebut diterima petugas Satpol Air Polres Dumai yang melakukan patroli rutin di perairan barat.
    Informasi yang didapat petugas menyatakan bahwa aktivitas yang diduga ilegal itu dilakukan di sebuah anak sungai di Sungai Teluk Dalam, Kecamatan Sungai Sembilan. Berawal dari informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan di sekitar kawasan tersebut pada Sabtu (18/6). Namun, pada pemeriksaan pertama itu petugas gagal menemukan aktivitas tersebut.
    Setelah dilakukan pemeriksaan lebih rinci atau dengan cara menyusuri anak sungai keesokan harinya, polisi berhasil menemukan kayu-kayu papan yang telah diikat sedemikian rupa.

        “Kita kesulitan untuk mengungkap kejahatan tersebut karena saat ditemukan kayu-kayu itu tidak bertuan atau telah ditinggal pergi pemiliknya. Untuk pemiliknya masih terus kita buru,” jelasnya.
    Kini kayu itu telah ditarik untuk selanjutnya diamankan di Mapolres Dumai guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.
    Sebelumnya Jajaran Korem 031/Wirabima berhasil mengamankan sekitar 30 ton kayu hasil kegiatan perambahan hutan di daerah Sinaboi tepatnya di sepanjang parit kanal Darusalam, Rokan Hilir, pada pertengahan Mei 2016 lalu.
    Kayu yang diamankan itu merupakan jenis kayu langka yang dilindungi dan berharga mahal. Penemuan hasil illegal loging ini bermula dari dilaksanakannya patroli kebakaran lahan dan hutan (karlahut) rutin yang dilakukan satuan.
    Baik Rokan Hilir maupun Dumai merupakan wilayah pesisir Riau yang saling berbatasan. Meski begitu, Guntur belum dapat memastikan apakah tangkapan itu ada kaitannya dengan kegiatan perambahan hutan yang baru saja diungkap di Rokan Hilir tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com