• Polisi Sita 20 Ribu Petasan Ilegal

    0

    Padang Panjang, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Kota Padang Panjang, Sumatera Barat menyita 20 ribu petasan yang dilarang beredar (ilegal) dalam razia yang dilakukan Polisi di pasar tradisional setempat.
    “Kami menyita petasan yang  memiliki daya ledak tinggi dari berbagai jenis, karena dilarang beredar di Padang Panjang,” kata Kepala  Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Panjang AKP Ismet di Padang Panjang, Senin.
    Razia yang dilakukan itu mengingat kerasanya ledakan yang dirasakan masyarakat Padang Panjang ketika shalat tarwih di malam hari oleh bunyi petasan tersebut.
    “Kami mendapatkan laporan dari masyarakat bunyi petasan dengan daya ledak tinggi di sejumlah lokasi di Padang Panjang ini, sehingga perlu ditertibkan,’ ujarnya.
    Pihak Kepolisian  berhasil menyita petasan dengan daya ledak tinggi itu di tujuh lokasi. Polisi juga memberikan peringatan kepada pedagang yang mengedarkan petasan itu.
    “Kami juga membeikan peringatan kepada pedagang seupaya tidak menjual petsan yang memiliki daya ledak tinggi itu lagi,” katanya.
    Ia menegaskan, jika pedagang masih tetap menjual petasan yang dilarang beredar itu, maka akan diberikan sangsi sesuai dengan aturan yang ada.
    “Jika masih m embandel kami akan berlakukan Undang-Undang darurat No12 Tahun 1951. Pedagang bisa dikenakan ancaman hukuman 10tahun penjara,” katanya.
    Masyarakat Padang Panjang Rudi memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang sudah menyita petasan yang memiliki daya ledak tinggi itu dari pedagang yang mengedarkannya.
    “Mudah-mudahan petasan yang bisa mengganggu ketengan masyarakat itu tidak beredar lagi di pasaran, sehingga masyarakat yang beragama islam bisa beribadah dengan tenang,” ujarnya. (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com