• Perbaikan Arus Jalinsumteng Wilayah Lahat Dikebut

    0

    Perbaikan Jalan Dikebut..Lahat, jurnalsumatra.com – Selain musim hujan juga rawan longsor, sehingga, perbaikan jalan lintas di Kecamatan Merapi, Kabupaten Lahat, mulai dikebut. Namun, dalam perbaikan jalan tersebut membuat kemacetan yang cukup panjang setiap harinya, kini masyarakat mulai resah.

    Kondisi serupa juga terjadi diruas Jalan Lintas Sumatera Tengah (Jalinteng), khususnya di Kecamatan Kikim Area juga mengalami kondisi yang memprihatinkan sehingga warga yang melintas harus extra hati-hati karena ruas jalan berpotensi amblas.

    Berdasarkan dilapangan, pasca pengerjaan ruas jalan provinsi dikecamatan Merapi berat membuat para pengendara harus bergantian melintas. Pengerjaan jalan ditargetkan rampung sebelum H-7 hari raya Idul Fitri 1437 H.

    Mardi (30) warga Desa Merapi Barat mengatakan, sejak penggalian lubang pondasi tepian jalan membuat para pengendara harus secara bergantian melintas. Apalagi, banyaknya alat berat dan kendaraan yang melintas membuat situasi kian macet dan harus ekstra berhati-hati.

    “Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah selesai dikerjakan sehingga warga bisa kembalu nyaman dalam beraktivitas. Kendaraan yang melintas cukup padat baik dari dalam maupun luar kota,”ujarnya.

    Senada, Iwan (40) pengendara di Kecematan Kikim Area, dimana mulai dari kawasan Desa Sukarami, Kecamatan Gumay Talang, Desa Sendawar, Gunung Kembang, Bungamas, Kikim Timur bahkan hingga ke Desa Tanjung Aur dan Saung naga, Kikim Barat, begitu banyak kerusakan-kerusakan yang begitu jelas terlihat dan mesti dilewati pengguna jalanan.

    “Jika kurang berhati-hati, bukan tak mungkin mengancam keselamatan pengendara saat melintasinya. Yang pasti, waktu tempuh jelas saat ini menjadi terpengaruh,”imbuhnya.

    Ditambahkannya, jika boleh sedikit diperincikan, lokasi kerusakan jalanan sendiri bisa dilihat dari kawasan Merapi, kemudian di kawasan Gumay Talang, hingga ke sebagian Kikim, selain ancaman amblas, juga saat ini pengendara diwajibkan ekstra hati-hati, karena banyaknya proses pengerjaan pengaspalan dan penambal sulaman aspal jalan itu sendiri.

    “Kalo selamo ini, jarak Lahat – Empat Lawang biso ditempuh dalam waktu 1,5 jam, sekarang dak biso lagi, jadi minimal 2,5 jaman. Ini disebabke banyaknyo titik kerusakan dan pengerjaan kerusakan jalan, meski kami nilai, tambal sulam itu jelas tidak akan efektif. Rasanya, dengan cara tampal sulam itu, semakin memperparah keadaan sebelumnya,” tukasnya.

    Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai SE, melalui Kadishubkominfo Lahat, Drs Eduar Kohar MM mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke beberapa titik lokasi jalan di Jalinsumteng. Memang diakuinya, disepanjang lokasi masih ada kerusakan dan titik-titik rawan amblas, dan jelas mesti diupayakan secepatnya untuk perbaikannya.

    “Kami sudah survei, kemudian kami laporkan ke pihak Provinsi tentang kondisi dilapangannya. Jika untuk upaya antisipasi atau pencegahan, pemkab sendiri sudah menginstruksikan untuk pemasangan tanda peringatan didekat lokasi-lokasi kerusakan jalanan,” ungkap Eduar Kohar. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com