• Pengamat: Pemerintah Sebaiknya Buat Terobosan Stabilkan Harga

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Pengamat ekonomi Dr Thomas Ola Langoday mengatakan pemerintah daerah sebaiknya membuat terobosan yang strategi dan efektif dalam upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik menjelang datagnya bulan suci Ramadhan 1437 Hijriah.
    “Terobosan dalam upaya menstabilkan harga ini penting, karena setiap menjelang Ramadhan dan hari raya keagamaan lainnya, harga bahan kebutuhan pokok tetap naik karena tingginya permintaan,” kata Dekan Fakultas Ekonomi Unwira Kupang itu kepada Antara di Kupang, Senin.
    Ia mengatakan harga bahan kebutuhan pokok seperti daging sapi, daging ayam, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur pasti akan mengalami kenaikan, karena kebutuhannya tinggi, sementara stok di pasaran terbatas.
    “Persoalannya kan sudah diketahui, sekarang bagaimana caranya pemerintah daerah mengatasinya agar tidak terjadi lonjakan harga. Disinilah perlu terobosan dan strategi sehingga gejolak itu tidak terjadi,” ujar Langodai.
    Dalam hubungan dengan itu, ia meminta pemerintah serius dalam menangani kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat terutama saat bulan Ramadhan hingga tibanya Idul Fitri pada Juli mendatang.

        “Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bulog Divre NTT, Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTT dan pemangku kepentingan lainnya di daerah ini perlu memperhatikan dan segera membuat langkah terobosan,” katanya.
    Ia menambahkan pemerintah harus tanggap dan proaktif mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, karena menjelang hari raya tingkat konsumsi masyarakat bisa meningkat antara 40 – 60 persen dari kebutuhan hari biasa.
    Langodai mengatakan pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah dengan melakukan operasi pasar terhadap setiap komoditas yang berindikasi kuat akan mengalami kenaikan harga, guna menangkalnya lebih dini.
    Selain itu, mengamankan semua jalur distribusi bahan-bahan kebutuhan pokok hingga menjelang hari Raya Idul Fitri guna mencegah terjadinya penimbunan serta memberi sanksi tegas kepada para pelaku penimbunan untuk memberi efek jerah.
    Langoday sependapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Nusa Tenggara Timur yang melakukan koordinasi lintas sektoral untuk memantau dan mengendalikan harga komoditas di pasar-pasar tradisional dalam Kota Kupang yang memicu inflasi jelang bulan Ramadhan 1437 Hijriah.
    Bahan kebutuhan pokok yang diperkirakan lebih banyak dibutuhkan konsumen jelang pelaksanaan puasa di antaranya gula pasir, daging ayam ras dan daging sapi, bawang merah dan cabai rawit, sehingga perlu disuplai terus agar tidak terjadi kelangkaan di pasar.
    Ia mengatakan, jenis komoditas utama seperti daging ayam  dan daging sapi serta gula dan bawang merah diperkirakan memberikan andil terbesar terjadinya inflasi sehingga perlu mendapat antisipasi lebih seperti penyediaan stok untuk menstabilkan harga.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com