• Pencarian Pendaki Swiss Dipusatkan Jurang Blank 75

    0

    Lumajang, jurnalsumatra.com – Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Hendro Wahyono mengatakan tim SAR gabungan melakukan pencarian pendaki asal Swiss hilang di Gunung Semeru yang dipusatkan kawasan jurang berkedalaman 75 meter (Blank 75).
    “Titik pencarian pendaki yang hilang difokuskan di jurang Blank 75 karena biasanya pendaki tersesat ke jurang tersebut setelah turun dari puncak Semeru (Mahameru),” katanya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis.
    Seorang pendaki asal Swiss bernama Lionel Du Creaux (26) dinyatakan hilang saat mendaki secara ilegal di jalur pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut dan laporan hilangnya pendaki tersebut baru dilaporkan kepada petugas Resort di Pos Ranu Pani pada 7 Juni 2016.
    “Ada dua tim SAR gabungan yang melakukan pencarian pendaki hilang (survivor) yakni dari Pos Ranu Pani dan Pos Tawon Songo, namun hingga siang ini belum membuahkan hasil,” tuturnya.
    Sementara Komandan Tim Basarnas Jember Prahista mengatakan tim Basarnas Jember dan Basarnas Surabaya melakukan pencarian pendaki hilang bergabung dengan anggota tim SAR lainnya melalui dua jalur.
    “Kalau tim Basarnas Jember bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian melewati jalur Tawon Songo, sedangkan tim Basarnas Surabaya lewat jalur Ranu Pani,” katanya.
    Informasi yang didapat dari pihak TNBTS pada Kamis pagi, lanjut dia, tim SAR yang berangkat dari jalur Ranu Pani menemukan jejak survivor di kawasan jurang Blank 75, namun tim Basarnas Jember tetap melakukan pencarian di Tawon Songo.
    “Kami belum berhasil berkomunikasi dengan tim SAR yang melakukan pencarian di jurang Blank 75, apakah pendaki asal Swiss itu ditemukan apa belum,” tuturnya.
    Laporan yang masuk ke Basarnas Jember menyebutkan survivor tersebut melakukan pendakian bersama Alice Guinard warga asal Perancis secara ilegal karena tidak melapor kepada petugas Pos Resort Ranu Pani pada 3 Juni 2016.
    Kemudian dua pendaki asing berencana melanjutkan perjalanan ke puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut, namun Alice tidak melanjutkan perjalanan ke puncak Semeru karena merasa salah jalan. Sedangkan Lionel tetap mendaki ke Mahameru, meskipun hal tersebut dilarang keras oleh pihak pengelola TNBTS.
    Pendaki perempuan asal Perancis itu ditemukan oleh pendaki bernama Heri Sumantri bersama rombongannya yang mendengar teriakan survivor tersebut pada 6 Juni 2016 dan dibawa turun ke Pos Ranu Pani, kemudian melaporkan kawannya yang hilang, Lionel Du Creaux asal Swiss pada 7 Juni 2016 kepada petugas Pos Resort Ranu Pani.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com