• Pemkot Kupang Prioritaskan Siswa Baru Warga Lokal

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Kupang mengeluarkan kebijakan khusus penerimaan siswa baru memberikan prioritas bagi siswa di sekitar sekolah untuk diterima di sejumlah sekolah negeri pada tahun ajaran baru ini.
    “Kebijakan ini untuk kepentingan para siswa di sekitar sekolah, sehingga memudahkannya menuntut ilmu tanpa tambahan biaya teransportasi. Apalagi jika siswa itu dari keluarga miskin,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean, di Kupang, Rabu.
    Menurut dia, kebijakan itu sudah dibicarakan bersama DPRD Kota Kupang untuk meminimalkan bahkan memangkas ongkos yang harus dikeluarkan setiap siswa jika bersekolah di tempat jauh dari rumah tinggalnya.
    “Jika bersekolah di sekitar rumah tinggal, maka tidak perlu ongkos angkutan dan ongkosnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya,” kata Jonas.
    Menanggapi kebijakan tersebut, mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu mengatakan segera dieksekusi secara teknis oleh Dinas Pendidikan Kota Kupang untuk selanjutnya diterapkan.
    Jonas mengatakan, ada sejumlah kelurahan yang akan menjadi prioritas warganya bersekolah, mengingat di lokasi itu terdapat sejumlah sekolah negeri untuk semua tingkatan.
    Dia menyebutkan di Kelurahan Oetete terdapat SMA Negeri 1 Kota Kupang, SMK Negeri 1, SMP Negeri 1, dan SMP Negeri 2. Pada Kelurahan Oeba ada SMKN 2 Kota Kupang, Kelurahan Oebufu ada SMA Negeri 3 Kota Kupang, dan di Kelurahan Oesapa ada SMA Negeri 4 Kota Kupang.
    “Masih ada di sejumlah kelurahan lainnya sekolah itu, sehingga wrga di sekitar lokasi sekolah itulah yang diprioritaskan dalam penerimaan siswa baru nantinya,” kata Jonas lagi.
    Dia mengakui, selama ini Pemkot Kupang selalu mendapatkan keluhan dari warga di sekitar sekolah negeri yang tidak berkesempatan bersekolah di SMP maupun SMA negeri dekat tempat tinggal mereka.

         Warga mengaku kesulitan mendapatkan akses sekolah dekat rumah, dan akhirnya harus mengeluarkan ongkos transportasi bagi anaknya untuk bersekolah di lokasi yang jauh dari rumah.
    “Ini sangat menyulitkan apalagi bagi keluarga yang kurang mampu. Karena itu kebijakan ini kami keluaerkan, dan akan dituangkan dalam petunjuk teknis penerimaan siswa baru pada tahun ajaran ini,” kata Jonas lagi.
    Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Jerhans Ledoh membenarkan telah merancang petunjuk teknis penerimaan siswa baru tahun ajaran 2016 dengan menerapkan prioritas bagi siswa penduduk lokal.
    “Juknisnya sedang dalam pembicaraan dengan komisi di DPRD Kota Kupang dan pada saatnya tinggal dilaksanakan,” katanya lagi.
    Menurut dia, dalam petunjuk teknis itu telah diatur persentase siswa sekitar sekolah ditetapkan 30 persen, sedangkan siswa dari luar sebanyaik 70 persen.
    Kepastian siswa berdomisili dari lingkungan sekolah, akan dibuktikan dengan identitas kependudukan berupa kartu keluarga dan keterangan dari RT atau RW maupun kelurahan setempat.
    Pola dan syarat ini harus diterapkan agar tidak terjadi upaya manipulasi oknum orang tua untuk kepentingan meloloskan anak-anaknya di sekolah negeri itu.
    Selain mengatur prioritas anak-anak lokal, juknis yang sedang dibahas bersama komisi DPRD Kota Kupang itu juga mengatur soal rombongan belajar dalam satu kelas berjumlah 25 siswa saja. “Tidak boleh lebih dari batasan jumlah itu. Ini sudah menjadi ketentuan,” katanya lagi.
    Mantan Kepala SMA Negeri 1 Kota Kupang itu mengaku, pihak sekolah akan kesulitan menghadapi jumlah permintaan bersekolah di sekolah negeri melampaui batasan yang sudah ada.
    Karena itulah, para kepala sekolah sudah dimintakan hanya berpatokan kepada juknis dan tidak boleh melalui jalur yang lainnya.
    “Kami sudah ingatkan hanya berdasar juknis dan tidak boleh melalui pintu belakang, nanti akan sangat menyulitkan pihak sekolah sendiri,” kata Jerhans lagi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com