• PEMKOT Kupang Koordinasi POLRES Perketat Mudik Pelabuhan

    0

    Kupang,jurnalsumatra.com- Pemerintah Kota Kupang melakukan koordinasi dengan aparat Polres Kupang Kota untuk memperkekat pengamanan penumpang dan barang bagi pemudik yang menggunakan layanan pelayaran dari dan melalui pelabuhan Lontar Tenau.
    “Ini mendesak dan segera kita koordinasikan dengan aparat  Polres Kupang Kota. Ini wilayah Kota Kupang para pemudik harus aman dan nyaman,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean kepada Antara di Kupang, Selasa.
    Jonas mengatakan hal itu menjawab upaya Pemerintah Kota Kupang melindungi warganya yang sedang dan akan melakukan mudik di ramdan dan jelang Idul Fitri ini, terhadap mulai beraksi perempok bersenjata saat bongkar muat penumpang di pelabuhan itu.
    Menurut Jonas, keamanan dan kenyamanan para penumpang harus menjadi yang utama dalam pelaksanaan penyelenggaraan mudik menggunakan kapal laut. Karena itu tidak bisa dibiarkan aksi premanisme yang mulai terjadi di sekitar wilayah pelabuhan itu.
    Selain berkoordinasi dengan aparat kepolisian Resort Kupang Kota, Pemerintah Kota Kupang juga akan meminta bantuan aparat dari personel TNI AL yang juga memiliki wilayah kerja di sekitaran pelabuhan itu.
    “Kondisi ini sudah sangat mengancam nyawa para penumpang. Kita tidak mau akan ada korban baru ditangani,” katanya.
    Selain dua institusi eksternal itu, mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu juga mengatakan, menggerakan Satuan Polisi Pamong Praja untuk bisa melakukan tugas dan fungsinya di pelabuhan itu. “Bila mungkin kita juga minta Sat Pol PP untuk lakukan pengamanan di sana (pelabuhan). Biar para penumpang merasa nyaman,” katanya.
    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang Thomas Dagang terpisah mengatakan, siap menerjunkan sejumlah personelnya untuk pelaksanaan pengamanan arus mudik di pelabuhan Tenau Kupang.
    “Ini sdudah tugas kami dan akan siap laksanakan untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan warga terutama para pemudik di jelang lebaran ini,” kata Thomas.
    Agustinus Seran (35), warga Desa Oebetun, Kecamatan Rinhak, Kabupaten Malaka, menjadi korban aksi perampokan menggunakan senjata api oleh sekelompok orang, sesaat setelah turun dari KM Bukit Siguntang.
    Agustinus yang baru saja pulang dari Kalimantan dan ingin kembali ke kampung halamannya di masa liburannya itu oleh kelompok perampok itu dipaksa menyerahkan seluruh barang berharga yang dibawanya serta uang senilai Rp1,2 juta dengan ancaman pistol.
    Agustinus yang dihubungi terpisah, mengatakan modus yang digunakan para perampok adalah dengan berlaku sebagai penjual jasa penghantar penumpang menggunakan mobil avansa.
    Pascatawar menawar harga transportasi dari pelabuhan ke terminal disetujui, Agustinus dipaksa naik ke mobil para perampok yang di dalamnya sudah ada tiga orang. “Saya kira penumpang juga. Ternyata mereka kawanan perampok,” katanya.
    Agus mengaku trauma dan sangat terpukul dengan peristiwa yang dialaminya itu. “Saya berharap agar pemerintah bisa menjadikan peristiwa ini untuk lebih meningkatkan keamanan di pelabuhan ini,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com