• Pemkab Pasaman Barat Ingatkan Warga Waspada Banjir

    0

         Simpang Empat, Sumbar, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), memperingatkan warga warga waspadai banjir, longsor dan abrasi terkait  hujan terus mengguyur daerah itu sejak Kamis (17/6) sore.
    “Sampai Jumat (17/6) pagi hujan terus berlangsung. Hingga saat ini belum ada laporan bencana akibat hujan,”kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Try Wahluyo di Simpang Empat, Jumat.
    Ia menambahkan meskipun belum ada laporan bencana alam, pihaknya meminta warga tetap waspada.
    “Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan pihak kepolisian,” ujarnya.
    Pihaknya saat ini terus memantau perkembangan di semua wilayah Pasaman Barat jika ada bencana yang datang.
    “Petugas kami di setiap kecamatan ada. Namun, kami mengharapkan masyarakat bisa memberikan informasi secepatnya jika ada bencana datang,” harapnya.

         Menurutnya Pasaman Barat merupakan yang secara geografis sangat rawan bencana. Dengan daerah perbukitan, memiliki sungai besar dan laut potensi bencana alam selalu mengintai.
    Ia mengimbau warga mewaspadai potensi bencana banjir, longsor dan abrasi sungai dan pantai terutama saat ini musim yang tidak menentu.
    “Sikap waspada selalu harus diperlukan karena bencana datang secara tiba-tiba,” sebutnya.
    Ia menjelaskan Pasaman Barat yang terletak di bagian utara Sumbar merupakan daerah bencana alam sehingga masyarakat harus mewaspadainya terutama pada saat ini, musim yang tidak menentu.
    Sebagai daerah perbukitan bencana yang mengancam adalah longsor mulai dari Kecamatan Talamau, Kecamatan Gunung Tuleh, Kecamatan Sungai Aua, Kecamatan Ranah Batahan, hingga Kecamatan Parit Koto Balingka.
    Selain longsor, bencana banjir juga mengancam karena wilayah Pasaman Harat dialiri sungai-sungai besar yang bermuara di Muara Sasak.
    Sungai yang rawan banjir yakni sungai Batang Pasaman dan Sungai Batang Sikabau. Kedua sungai itu setiap tahun meluap dan merendam ribuan rumah warga terutama saat musim hujan.
    Abrasi pantai juga selalu mengancam rumah nelayan yang berada di sekitarnya mulai dari Katiagan Kinali, Kecamatan Sasak, Sikilang sampai Aia Bangih Kecamatan Sungai Beremas.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com