• Pemkab Lebak Pulangkan TKI Koma Dua Tahun

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Lebak akan memfasilitasi kepulangan tenaga kerja Indonesia asal Rangkasbitung bernama Dede Yeti bin Sulaeman Marhali (56) yang mengalami koma selama dua tahun akibat kecelakaan kerja.
    “Dede Yeti warga Pasir Pulo, RT 01 RW 06, Kelurahan Cijoro, Rangkasbitung, Lebak kini mendapat perawatan di Rumah Sakit Damman Riyadi, Arab Saudi,” kata Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kabupaten Lebak, Agus Mulyanto di Lebak, Selasa.
    Pemerintah daerah akan memfasilitasi biaya pemulangan TKI Dede Yeti yang hingga kini mengalami koma (tidak sadarkan diri) karena terjatuh dari lantai dua rumah majikannya di Arab Saudi.
    Yeti dirawat di rumah sakit setempat sejak 29 April 2014 hingga sekarang, keluarga belum bisa membawa pulang ke tanah air lantaran tidak ada biaya.
    Yeti mulai bekerja di Arab Saudi sejak 22 Januari 2010 melalui PT Bantal Perkasa Sejahtera.
    Ia terjatuh dari tangga dan mengalami pendarahan otak hingga mengalami koma. Ironisnya, Yeti selama dua tahun hingga kini masih bertahan dalam kondisi koma.
    Kepergian ke negara lain dengan rela meninggalkan suami, anak dan cucunya demi mencari kehidupan yang lebih baik dengan menjadi asisten rumah tangga.
    Majikannya, bernama Nuroh Abduloh Nasir Al Jebren, tinggal di wilayah Dammam Al Khobar, Arab Saudi.
    “Kami sudah sepakat dengan anggota keluarga Yeti untuk dikembalikan ke tanah air dalam kondisi koma,” katanya.

         Menurut dia, pemerintah daerah sebelumnya sudah menawarkan kepada keluarga Yeti untuk dipulangkan ke tanah air.
    Namun, anggota keluarganya minta kepulangannya setelah sembuh dari perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi itu.
    Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memulangkan Yeti ke Indonesia.
    Kepulangan Yeti ke tanah air juga anggota keluarganya akan membawa perawatan lanjutan di RSUD Adjidarmo dengan menggunakan BPJS Mandiri.
    “Kami berharap Kemenlu bisa segera memulangkan TKW asal Kabupaten Lebak itu,” ujar Agus.
    Maman Suparman (60), suami Yeti mengatakan dirinya merasa lega setelah pemerintah daerah akan memfasilitasi kepulangan isterinya yang kini dirawat di rumah sakit Arab Saudi.
    Ia juga mengaku bahwa istrinya sudah ketiga kali menjadi TKI bekerja ke Arab Saudi.
    Keempat anaknya itu lulus pendidikan SLTA dan sudah berumah tangga dari hasil jerih payah bekerja ke Arab Saudi.
    “Kami berharap isterinya secepatnya bisa dikembalikan ke kampung halaman dan bisa berkumpul dengan anggota keluarga,” pinta Maman.
    Sementara itu, Oni (55), tokoh masyarakat setempat mengatakan sejauh ini warga hanya mendoakan agar Yeti bisa kembali ke Tanah Air dalam kondisi selamat dan sehat.
    Meskipun, saat ini Dede Yeti dalam kondisi koma tak sadarkan diri.
    “Kami berharap kepulangan TKW Lebak berjalan lancar dengan kondisi selamat,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com