• PEMKAB Kulon Progo Komitmen Selesaikan Bedah Menoreh

    0

    Kulon Progo, jurnalsumatra.com- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berkomitmen menyelesaikan program Bedah Menoreh untuk mengembangkan potensi wisata kawasan utara tanpa harus mengandalkan dana keistimewaan.
    Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Astungkara di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan tahun ini akan dibangun jalan sepanjang tiga kilometer yang menguhungkan Girimulyo-Samigaluh.
    “Kami akan upayakan penggunaan dana keistimewaan (danais) tapi prosedurnya sedikit rumit. Untuk itu, kami upayakan anggaran Bedah Menoreh ini dari berbagai sumber, baik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) dan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya,” kata Astungkara.
    Ia mengatakan pemkab juga akan mengakses anggaran dari Pemda DIY, dan menyediakan anggaran melalui APBD. Tujuannya yakni Bedah Menoreh cepat selesai dan sinergi dengan program pengembangan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Borobudhur yang dananya mencapai triliunan.
    “Kami berharap Bedah Menoreh dengan KSN Borobudhur dapat sinergis. Kami belum tahu alokasi anggaran untuk Bendah Menoreh dari KSN Borobudhur,” katanya.
    Dirinya telah menyampaikan tentang rencana strategis mendorong pengembangan Kawasan Borobudur. Dengan adanya Borobudur dan Bandara, bagaimana peran strategis Pemkab Kulon Progo.
    “Kami mengusulkan pengembangan Sendangsono, Suroloyo, Gua Kiskendo, Bedah Menoreh, jalur Sentolo-Ngeplang,” katanya.
    Ia mengatakan pemerintah pusat telah memiliki program tujuh plus tiga wilayah kawasan, yakni Toba, Borobudur. Program tersebut memiliki efek pengembangan kawasan selatan.
    Khusus Program Bedah Menoreh, Pemkab Kulon Progo akan mengembangkan Ibu Kota Samigaluh dan Ibu Kota Dekso. Saat ini , pemkab sedang menyusun DED.
    “Dengan adanya program pemerintah pusat ini, dihadapkan kita menyambut, kemungkinan program tersebut sampai selatan,” katanya.
    Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kulon Progo Krissutanto mengatakan kawasan perbukitan menoreh memang kaya akan potensi wisata. Selain wisata alam berupa curug, bukit, hingga gua, ada pula perkebunan teh, kopi, cengkih, dan durian yang bisa dioptimalkan sebagai agrowisata.
    Krissutanto mengungkapkan, masyarakat juga semakin kreatif dalam mengembangkan obyek wisata secara mandiri. Angka kunjungan wisata pun terus mengalami peningkatan.
    “Kami berikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkembang. Kami akan berikan pendampingan dan pembinaan, khususnya terkait sapta pesona,” kata Krissutanto.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com