• Pamtas RI-RDTL Amankan 53 Burung Dilindungi

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Satuan Tugas Pengaman Wilayah Perbatasan (Satgas-Pamtas) RI-Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) Sektor Barat Yonarmed 11/Kostrad mengamankan 53 ekor burung kakaktua putih (Cacatua alba) dan nuri merah, dua jenis satwa langka yang dilindungi.
    “Ada 14 ekor burung kakaktua dan 39 ekor nuri merah yang kita amankan selain karena satwa langka yang dilindungi, ke 53 burung tersebut juga tidak dilengkapi dengan dokumen karantina daerah asal dan tidak diketahui pemiliknya,” kata Komandan Batalyon Yonarmed 11/Kostrad  Letkol Inf. Teguh kepada Antara saat dikonfirmasi dari Kupang, Jumat.
    Ia menjelaskan keberhasilan Yonarmed 11/Kostrad tersebut dikarenakan sebelumnya pihaknya telah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa kapal jenis KM Sabuk Nusantara 49 yang akan bersandar di Pelabuhan Wini membawa satwa langka jenis burung kakaktua dan nuri.
    Berdasarkan informasi tersebut maka, Satgas Pamtas RI-RDTL langsung bergerak dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak pelabuhan dalam hal ini pihak Kesyahbandaran Pelabuhan Wini.

        “Berkat kerja sama yang baik dengan pihak Kesyahbandaran akhirnya ke-53 burung yang dilindungi pemerintah tersebut akhirnya diamankan,” tukasnya.
    Ia menambahkan sejumlah burung tersebut setelah diperiksa ternyata dikirim dari Maluku, yang kemudian diduga akan diselundupkan Timor Leste untuk dijual secara bebas di negara matahari terbit tersebut.
    Terkait pemilik dari burung-burung tersebut, Teguh mengatakan masih menyelidiki lebih lanjut siapa pemilik sejumlah burung kakaktua tersebut, sebab saat diamankan tidak ada pedagang burung yang sedang menjaga puluhan satwa langka tersebut di kandangnya.
    “Kita masih siapa pemiliknya. Sementara itu barang buktinya masih kita tahan di kantor Karantina di Wini,” tambahnya.
    Kakaktua Putih merupakan burung endemik dari kepulauan Maluku Utara, salah satunya di daerah Halmahera.
    Dalam setahun ada lebih dari 1.200 ekor kakaktua putih yang diperdagangkan. Malah burung ini pun dikirim sampai ke Filipina dan sempat diklaim burung dari negara tersebut.
    Dari tangan penangkap, kakaktua putih dibanderol Rp150 ribuan per ekor. Tapi begitu sampai di daerah lain, seperti Pulau Jawa misalnya, harganya bisa mencapai Rp10-20 juta per ekor.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com