• Otmi Inisiasi Kampanye Migrasi Aman Anti “Trafficking”

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – OnTrackMedia Indonesia (OTMI), sebuah organisasi non profit yang bergerak di bidang kampanye kesadaran publik dan konsultasi media, menginisiasi kampanye peningkatan kesadaran publik mengenai migrasi aman anti trafficking yang diluncurkan di Kupang, Kamis.
    OTMI memilih Kota Kupang sebagai tempat Peluncuran Kampanye Migrasi Aman dan Anti Trafficking, karena Nusa Tenggara Timur dinilai rentan terhadap praktik perdagangan manusia (trafficking)di Indonesia,” kata Project Coordinator OTMI Gladys Hesti Widi Respati.
    Menurut dia, data International Organization for Migration (IOM), Komnas Perempuan, dan Laporan Trafficking in Persons dari Pemerintah Amerika Serikat (TIP Report, 2014), menyebut NTT sebagai daerah sumber terbesar dan paling rentan terhadap praktik perdagangan manusia di Indonesia.
    Di tahun 2015, katanya, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Pemerintah Provinsi NTT mengumumkan NTT Darurat Human Trafficking, yang ditunjukkan dengan pertumbuhan jumlah kasus perdagangan manusia yang meningkat sebesar 200 persen dan korban perdagangan manusia sebesar 389 persen.
    “Kurangnya bekal pengetahuan dan informasi penting mengenai cara bermigrasi dengan aman, telah membuat para calon buruh migran membuat keputusan (atau dibujuk) untuk menjadi buruh migran yang tidak berdokumen, yang membuat mereka rentan terhadap praktek-praktek perdagangan manusia,” katanya.
    Dalam sebagian besar kasus, kata Gladys, para agen melakukan penipuan, pembohongan, dan cara-cara lain yang serupa untuk memikat para korban, zeperti menjanjikan untuk bersekolah di luar daerah, atau pekerjaan yang mudah dengan gaji besar.
    “Kelompok-kelompok paling rentan terhadap perdagangan manusia adalah remaja berusia antara 10-15 tahun, yang belum menyelesaikan pendidikan di sekolah,” katanya.
    Atas dasar itu, katanya, sejak September 2015, OTMI menginisiasi sebuah kampanye peningkatan kesadaran publik mengenai migrasi aman di NTT yang baru diwujudkan saat ini.
    Peluncuran ini disertai dengan ini kegitan yang meliputi sosialisasi untuk murid SMP dan masyarakat umum, penguatan kapasitas Gugus Tugas Anti-Trafficking dan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN), dan pembuatan situs portal informasi Jakarta.
    OTMI juga yang telah memproduksi sebuah video drama mengenai migrasi aman yang terinspirasi dari cerita-cerita Buruh MIgran Indonesia (BMI) purna dan korban-korban trafiking akan mengetengahkan kisah itu untuk disakikan berama dan setiapnya mengambil hikmah dibalik drama itu.
    Gladys menambahkan kegiatan sosialisasi untuk murid SMP dan masyarakat umum akan berlangsung di lima Kabupaten di NTT yaitu Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Barat Daya.
    “Dalam pelaksanaan kampanye ini OTMI akan bermitra dengan LSM CIS Timor, Sanggar Suara Perempuan (SSP), dan Yayasan Pengembangan Kemanusiaan Donders (YPKD) untuk menjangkau lebih dari 25.000 orang melalui kegiatan sosialisasi di desa-desa,” katanya.
    OTMI juga akan bermitra dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT untuk penguatan kapasitas 220 orang guru SMP dari 110 sekolah  dalam lima Kabupaten sasaran tersebut, yang kemudian akan memberikan sosialisasi kepada murid-murid SMP di sekolah masing-masing.
    Melalui kampanye ini, katanya, diharapkan para calon buruh migran, keluarga, dan lingkungan sekitarnya mengetahui mengenai bahaya trafiking dan risiko menjadi buruh migran tidak berdokumen.
    “Para guru SMP serta kader-kader dan relawan LSM di ke-lima kabupaten sasaran juga akan dibekali dengan pengetahuan, sehingga dapat menjadi sumber informasi mengenai migrasi aman dan isu trafiking bagi murid-murid dan masyarakat sekitar lingkungannya,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com