• Operasional PLTSa kembali Molor

    0

    Palembang Fokus Pengolahan Sampah Di TPA SukawinatanPALEMBANG, jurnalsumatra.com – meski pengelolaan Pembangkit Tenaga Listrik Sampah (PLTSa) dari Pemerintah Kota Palembang kepada PT SP2J sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Palembang, masih belum dapat operasional dan menyalurkan listrik kepada masyarakat. Sehingga operasional PLTSa kembali molor

    Direktur Operasional PT SP2J Antoni Rais, mengatakan, setelah ditunjuk sebagai pengelola PLTSa pada 25 Mei lalu, pihaknya mesti melakukan persiapan jual beli listrik kepada PT PLN (Persero). Namun, sejauh ini persiapan tersebut masih terkendala oleh persyaratan adminitsrasi yang belum lengkap sesuai dengan ketentuan Kementerian ESDM.

    Ia mengatakan, enam point yang disoroti tersebut  pihaknya mesti melengkapi  diantaranya Black State, Sertifikat Laik Operasi (SLO), study interkoneksi dan beberapa pengadaan yang harus dianggarkan.     “Karena masih ada syarat yang belum lengkap ini maka kita belum bisa mengoperasionalkan dan menyalurkan kepada masyarakat, meskipun PLN mau membeli listrik kita, tapi persyaratannya belum lengkap,”katanya, dalam rapat Koordinasi Pengelolaan dan Persiapan Jual Beli Listrik (PJBL) PLTSa Sukawinatan di Hotel Novotel, Senin (20/6), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menemukan beberapa point penting yang belum dilengkapi oleh SP2J selaku pengelola.

    Dikatakannya, karena masih ada beberapa perlengkapan yang mesti diadakan, pihaknya merencanakan akan melakukan pembelian dengan anggaran sekitar Rp400 juta. Ada pengadaan yang harus dianggarkan karena perlengkapan PLTSa ini ada yang belum lengkap, memang harus dibeli dan tidak bisa sewa, dikhawatirkan jika sewa akan mengganggu operasional dikemudian hari, hal ini akan diajukan kepada Walikota.

    Untuk melengkapi point yang kurang tersebut, SP2J diberikan dateline satu bulan kedepan oleh Kementerian ESDM. “Hingga sekarang belum ada nilai jual ke PLN karena kita akan persiapkan administrasinya, paling tidak setelah lebaran, deadlinenya satu bulan kedepan,”ungkap Antoni.

    Kasi Analisa dan Evaluasi Program Bio Energi Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi mengatakan, sesuai dengan Permen 44 tahun 2015, SP2J sebagai pengelola harus melengkapi persyaratan sesuai prosedur yang ditetapkan.”Setelah itu lengkap, maka proses jual beli dengan PLN bisa dilakukan, nantinya PLTSa ini akan menjadi aset Pemerintah Kota Palembang,”katanya.

    Project PLTSa yang sudah ada dan beroperasional saat ini, lanjutnya, baru di Surabaya. Kedepannya diharapkan pada 2017 dibeberapa kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Surakarta, Makassar dan Semarang, diharapkan termasuk Palembang.

    Sementara itu, Kepala DKK, Agung Nugroho, mengatakan, adanya PLTSa di Sukawinatan itu sangat membantu dalam upaya pemanfaatan tumpukan sampah yang masuk di TPA tersebut. Pembangkit yang direncanakan mampu hasilkan listrik berkekuatan 500 Kilo Watt (kW), diharapkan dapat mengaliri listrik ke masyarakat dan pelaku usaha di wilayah tersebut.

    Dikatakannya, sampah yang dihasilkan dari rumah tangga di Kota Palembang memang cukup tinggi, hal ini yang menjadi parameter jika nantinya produksi biogas yang dihasilkan oleh sampah juga tinggi.

    Diketahui, Operasional PLTSa ini berkapasitas mengolah sampah yang dimiliki TPA Sukawinatan berkisar 500-700 ton perhari atau menghasilkan sampah dengan  proses pengelolaan Sanitasi Landfill sekitar 500 Kw listrik.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com