• Oknum Guru Mesum Bersama Siswi SMP di Mobil

    0

    Lahat, jurnalsumatra.com – Lagi, dunia pendidikan di Kabupaten Lahat kembali tercoreng oleh ulah oknum guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang beransial AT. Dibulan Ramadhan ini, sioknum berbuat mesum dengan salah satu pelajar kelas VIII, siswi Sekolah Tingkat Pertama (SMP), di Kabupaten Lahat, warga Kecamatan Kikim Selatan.

    Keduanya dibekuk, saat indehoi didalam mobil Inova milik oknum guru. Mirisnya, dilakukan oleh kedua beda umur ini, dimalam ramadhan saat umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa selasa (21/6), sekitar pukul 15.00 wib dan digerebek anggota Polsekta Kikim Timur, atau tepatnya, di Jl Lintas Desa Gunung Kerto, Kikim Lahat.

    Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur Eka melalui Kasat Reskrim Lahat Arif Mansyur dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan oknum guru PNS yang sedang berbuat mesum dipinggir jalan. Kedua pelaku ditangkap beserta barang bukti berupa dua Kondom beserta mobil Inova milim pelaku AT.

    “Benar, dan saat ini para pelaku sedang diproses hukum. Ketika digerbek oleh anggota Polsek Kikim Timur, kedua pasangan tersebut, dalam kondisi setengah bugil sambil bermadu cinta,” ujarnya.

    Menurut Arif, untuk kasusnya sedang ditangani pihak kepolisian dan terkait Rj yang masih anak dibawah umur tentu akan ada hukuman lain. “Untum kasusnya sedang dilakukan penyelidikan namun yang pasti ada ancaman pelanggaran hukum terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh AT,” tambah Kasat Reskrim.

    Terpisah, Ketua LPPA Lahat M Aplitara Gumay mengungkapkan, sangat menyayangkan atas ulah yang dilak Dilakukan oleh AT, terlebih lagi terjadi pada bulan ramadhan dan dilakukan terhadap anak dibawah umur. Meskipun, belum ada pihak yang melaporkan namun LP3A tetap akan menuntut mengingat RJ masih dibawah umur dan berstatus pelajar SMP.

    “Ini kasus yang serius, kita berharap agar tindakan tegas yang sesuai dengan hukum untuk oknum guru ini. Agar kedepan tidak ada lagi oknum guru yang memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat,” kata Aplitara.

    Ketua Komisi IV bidang pendidikan Marwan Arsiansyah menuturkan, dinas terkait harus segera melakukan tindakan tegas terhadap ulah oknum yang mesum selama bulan suci ramadhan. Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar mencarikan solusi untuk mengurangi tindak kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur.

    “Jelas kejadian ini telag mencoreng nama baik pendidikan diLahat. Namun kita tidak mau buru-buru, kita koordinasikan dulu dengan dinas terkait akan pengakuan oknum guru tersebut,” ujar Marwan. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com