• Mui Lebak Haramkan Makanan Gunakan Zat Berbahaya

    0

    Lebak, jurnalsumatra.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mengharamkan produk makanan dan minuman yang menggunakan zat berbahaya dijual kepada orang lain.
    “Jelas barang yang membawa kemudaratan dan membahayakan jika dikonsumsi oleh orang lain, hukumnya itu haram berdasarkan kaedah Fiqih,” kata Sekretaris Umum MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Khudori di Lebak, Senin.
    Pemerintah daerah harus mengawasi produk-produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat agar tidak terkontaminasi zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
    Produk makanan yang mengandung zat kimia dapat membahayakan bagi orang lain, seperti pengawet yang menggunakan bahan formalin, pewarna sintetis dan boraks.
    Saat ini, kecenderungan produk makanan yang menggunakan bahan zat berbahaya sudah marak di berbagai daerah di Tanah Air, terlebih konsumsi masyarakat pada bulan suci Ramadhan meningkat.
    MUI mendesak pemerintah daerah mengoptimalkan pengawasan produk makanan diantaranya di pasar tradisional, supermarket, pertokoan hingga pengecer.
    Disamping itu juga petugas dapat mengawasi produk makanan rumahan, karena khawatir mereka menggunakan zat berbahaya.
    Selama ini, produk makanan rumahan dinilai kurang pengontrolan maupun pengawasan petugas.
    “Kami berharap pengawasan lebih dioptimalkan agar dapat mencegah peredaran makanan yang menggunakan zat berbahaya itu,” katanya.
    Ia mengatakan bagi orang yang sudah mengetahui produk makanan yang mengandung zat berbahaya itu bisa menimbulkan kemudaratan maupun mengancam keselamatan orang lain.
    Namun, mereka tetap memproduksi dan mengedarkan tentu itu hukumnya haram.
    Selain itu juga mereka melakukan pembohongan guna meraup keuntungan cukup besar.
    Biasanya, ujar dia, makanan yang menggunakan bahan pengawet formalin itu agar produk dan kualitasnya cukup bertahan lama, sehingga pembuat produksi tidak mengalami kerugian.
    Namun, bagi pembuat produksi makanan yang sama sekali tidak mengetahui penggunaan zat berbahaya itu bisa mengancam keselamatan orang lain, tetapi mereka hanya wajib diberikan pembinaan.
    Pembinaan itu diharapkan ke depan jangan sampai kembali terulang mengedarkan produk makanan yang bisa membahayakan kepada orang lain.
    “Kami yakin jika pengawasan makanan itu dioptimalkan maka masyarakat dapat terlindungi dari makanan yang menggunakan zat berbahaya,” katanya.
    Sejumlah warga Kabupaten Lebak mengakui adanya penggunaan bahan kimia formalin untuk pengawet produk makanan di daerah ini cukup berpeluang.
    Sebab, penjual bubuk pengawet mayat seperti formalin dijual di Pasar Rangkasbitung, namun relatif tertutup.
    “Kami mendengar informasi makanan bastus yang dijual keliling menggunakan bahan bubuk kimia formalin,” kata Soleh warga Kabupaten Lebak.
    Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan bahwa konsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya secara terus menerus sangat berpotensi terserang penyakit kanker.
    Ia meminta masyarakat agar cerdas untuk memilah-milah produk makanan untuk menghindari makanan yang mengandung zat berbahaya.
    “Jika orang sudah mengidap kanker maka kita harus banyak-banyak berdoa karena sulit dilakukan penyembuhannya. Biasanya orang yang terkena kanker kemungkinan meninggal dunia,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com