• Menteri Desa Harapkan Dana Desa jangan disalah gunakan

    0

    FB_IMG_1464855656947INDRALAYA, Jurnal Sumatra- Dalam kunjungannya ke Kabupaten Ogan Ilir (OI) Kamis (02/06/2016), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI H Marwan Dja’far meminta warga OI kritisi pembangunan desa dari dana desa tahun 2016.

    Hal itu disampaikannya saat sambutan wisuda dan HUTke 49 Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ittifaqiah Indralaya. Menurutnya masih banyak desa yang terkategori tertinggal dari Kabupatrn se-Indonesia.

    “Masih banyak desa yang terkategori tertinggal dari 122 kabupaten se-Indonesia yang terkategori tertinggal. Semua dana desanya sudah di cairkan tanpa terkecuali. Awasi dan kritisi pengerjaannya agar dana desa tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat,” Ujarnya.

    Ditambahkannya, “Tujuan dikucurkannya dana desa tak lain untuk memakmurkan desa-desa di Indonesia agar tak kalah makmur dengan desa di luar negeri, 770 Triliun dana desa tahun 2016 alangkah sayangnya jika dikelola oknum di desa dengan pembangunan yang sembrono. Belum pernah ada sepanjang sejarah indonesia kucuran dana untuk desa sebesar itu. ini sejarahnya, ” Terangnya.

    Masih kata Marwan, sebenarnya di Indonesia tidak ada lagi alasan atau kategori desa yang tertinggal. Berbagai sumber kucuran dana untuk membangun desa seperti dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten belum lagi kucuran dari program-program kementerian lainnya.

    “Sekali lagi ayo awasi realisasi dana desa dan kritisi pembangunannya agar azaz manfaatnya benar-benar dirasakan. Tidak asal membangun dan tidak asal-asalan. masyarakat di desa berhak melakukan keduanya,” Harapnya. (Edi)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com