• Mensos: Kembaran Yuyun Masuk Pesantren Usai Lebaran

    0

         Bengkulu, jurnalsumatra.com – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan saudara kembar Yuyun, siswi SMP di Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan, Yayan mulai masuk pesantren Kota Malang, Jawa Timur, setelah Lebaran.
    “Awalnya memang akan berangkat setelah 40 hari berpulangnya almarhumah, tapi berubah karena bertepatan Lebaran jadi pindah ke Malang setelah Hari Raya,” kata Menteri Khofifah saat menghadiri deklarasi kader wanita antinarkoba dan antikekerasan terhadap perempuan dan anak di Masjid Al Huda, Kota Bengkulu, Jumat.
    Menteri menjelaskan awalnya kedua orangtua Yuyun juga berniat tinggal di pesantren tempat anaknya bersekolah.
    Belakangan, Menteri mendapat informasi bahwa Kepolisian Resor Rejanglebong sudah menyediakan rumah bagi kedua orangtua Yuyun sehingga rencana keikutsertaan mereka ke Malang dibatalkan.

         “Lima hari lalu saya dapat informasi bahwa kedua orangtuanya tidak jadi ikut karena sudah ada rumah disediakan Polres Rejanglebong,” ucapnya.
    Proses perpindahan Yayan dari sekolah lama ke sekolah baru di salah satu pesantren di Kota Malang menurut Menteri sudah tuntas.
    Perkembangan terakhir, Yayan juga mengikutsertakan tiga temannya untuk bersama-sama masuk ke pesantren yang ditawarkan Menteri.
    “Jadi yang pindah ke Malang ada empat orang, Yayan dan tiga temannya,” kata dia.
    Yayan yang merupakan saudara kembar laki-laki dari almarhumah Yuyun akan masuk ke salah satu pondok pesantren di Malang, Jawa Timur, sesuai keinginan kedua orangtuanya.
    Sebelumnya, saat mengunjungi orangtua Yuyun di Desa Kasie Kasubun, Kabupaten Rejanglebong, pada pertengahan Mei 2016 Menteri Khofifah menawarkan pendidikan gratis kepada Yayan dan disetujui kedua orangtuanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com