• Majelis Minta Hadirkan Saksi Ahli Kasus SIMPEG

    0
    Sidang Kasus SIMPEG BKD Lahat 2010, Yang Merugikan Negara Ratusan Juta Rupiah...

    Majelis Minta Hadirkan Saksi Ahli Kasus SIMPEG

    Lahat, jurnalsumatra.com – Kasus dugaan korupsi pada proyek sistem management kepegawaian (SIMPEG) yang terjadi pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lahat, Tahun 2010 silam, yang mengakibatkan Negara dirugikan ratusan juta itu mulai memasuki meja pesakitan (disidangkan red).

    Bahkan dalam siding dilakukan Selasa, kemarin, pihak majelis hakim meminta keterangan para saksi ahli terkait terpidananya Herry Sulistiono sebagai Direktur CV Murva yang menjadi rekanan/kontraktor proyek tersebut, dimana telah merugikan keuangan daerah sekitar 400 juta lebih.

    Seperti yang utarakan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lahat, Helmi Hasan, SH, MH, didampingi oleh Kasi Pidsus, Rifqi Arialpha, SH, MH, melalui stap sekaligus Jaksa penuntutnya, Marimbun, SH, Selasa (31/5) siang. Marimbun menyebutkan, pada Senin tanggal 30 Mei 2016 kemarin. Ia bersama rekannya mengikuti proses persidangan di pengadilan tinggi Tipikor Sumsel di Palembang.

    “Dalam sidang kemarin kita menghadirkan para saksi ahli, yaitu Dr Ing Ahmad Taqwa, saksi ahli dari Poltek Unsri, dan satunya lagi Suhairi, SE dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumsel,” ujarnya, ketika dibincangi wartawan.

    Selanjutnya, dijelaskan. Dalam waktu dekat pihaknya kembali akan mengikuti persidangan ke pengadilan yang dimaksud, dengan agenda mendengarkan saksi saksi yang berkemungkinan dapat meringankan putusan dari tersangka Herry Silistiono. “Kalau tidak ada halangan, kira kira minggu depan kami akan mengikuti sidang lagi,” terang Marimbun lagi.

    Diketahui, bahwa Herry Sulistiono ini merupakan kontraktor pada proyek Simpeg BKD Lahat tahun 2010, yang ditahan oleh pihak Kejari Lahat beberapa waktu lalu. Penahanan Herry, pun dilakukan berdasarkan atas keterangan dua tersangka lain dalam persidangan, AS dan PW yang telah dijatuhi vonis oleh majelis hakim dengan hukuman kurungan selama 1,5 tahun.

    Untuk mengetahui kelanjutan kasus ini, Ppihak Kejari Lahat akan terus mengikuti perkembangannya di sidang berikutnya dengan agenda mendengarkan saksi yang meringankan tersangka Herry Sulistiono. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com