• Mahfuz Pertanyakan PKS Terkesan Mudah Pecat KADER

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  Mahfuz Sidik mempertanyakan sikap partai yang terkesan mudah memecat kader termasuk terhadap Fahri Hamzah.
    “Saya menganggap Muzzammil Yusuf sebagai saudara sendiri, lebih dari sekedar teman baik. Juga terhadap Fahri,” kata Mahfuz Sidik kepada pers di Jakarta, Jumat.
    Dia menilai pemecatan terhadap Fahri Hamzah sebagai kader PKS didasarkan pada alasan yang sepele.
    “Saya cuma miris kok seorang Fahri yang sudah puluhan tahun bersama jamaah dakwah dan PKS dan punya peran penting dalam gerakan reformasi dengan mudah dipecat hanya karena urusan sepele,” katanya.
    Ketika dikonfirmasi terkait pernyataan Muzzammil Yusuf bahwa PKS sekarang lebih baik dan lebih kompak/solid tanpa Fahri Hamzah, Mahfuz Sidik yang sebelumnya Ketua Komisi I DPR dan baru saja dirotasi ke Komisi IV DPR mempertanyakan hal itu.
    “Apa iya kader-kader seperti itu kondisinya? Saya jadi khawatir, jika PKS berkuasa lalu ada seorang rakyatnya lakukan pelanggaran (hukum) bisa dicabut kewarganegaraannya,” katanya.
    Tapi Mahfuz melihat kasus Fahri dengan gugatan hukumnya sebagai cara PKS terus belajar bagaimana mengelola konflik dalam kerangka negara hukum dan belajar bagaimana mengelola kekuasaan dalam lingkup organisasi partai sebelum nanti ditakdirkan mengelola kekuasaan dalam lingkup negara.
    Adu pernyataan kini muncul di internal PKS terkait pemecatan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dari kader partai.  Pernyataan tajam saling dilontarkan Mahfuz Sidik terhadap pernyataan Ketua DPP Bidang Polhukam PKS Muzzammil Yusuf.
    Awalnya Muzzammil mengatakan bahwa PKS lebih baik tanpa Fahri yang langsung ditanggapi Mahfuz bahwa dari pernyataan itu kelihatan bahwa Muzzammil memang berniat memecat Fahri dari awal dan langkah mereka dilandasi oleh kebencian sehingga berbagai rekayasa dan Fahri pun melawan.
    Pernyatan Mahfuz ditanggapi lagi oleh Muzzammil yang menyesalkan omongan Mahfuz sebagai saudara. Muzzammil menyatakan bahwa yang dilakukannya sekadar membentengi keputusan Dewan Syuro PKS.
    Muzzammil Yusuf menegaskan sejak awal tidak ada sama sekali niat PKS memecat Fahri Hamzah dari keanggotan PKS. Namun karena
    pembangkangan yang dilakukannya maka langkah itu terpaksa diambil untuk menegakkan kedisiplinan partai.
    Muzzammil mengemukakan hal ini menjawab pernyataan Mahfuz Sidik yang menyebut pemecatan Fahri Hamzah didasari atas kebencian.
    “Mahfuz Sidik adalah saudara saya. Kebijakan partai tentang Fahri adalah soal kedisiplinan dan ketidaktaatan terhadap kebijakan struktur partai. Jadi tidak pernah berpikir dari awal pemecatan,” kata Muzzammil.
    Menurut Muzzammil, Fahri diberi sanksi melalui proses berjenjang di kelembagaan partai yang berwenang karena melakukan perlawanan. Prosesnya dimulai dari laporan Kaderisasi, kemudian Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO), Majelis Qodho, dan terakhir Majelis Tahkim (Mahkamah Partai).
    Di dalam lembaga internal partai itu ada tokoh-tokoh partai yang memiliki integritas, kapasitas dan paham konstitusi, UU, AD/ART dan
    platform partai.
    “Saya tidak masuk dalam organ partai tersebut. Pernyataan saya hanya sebagai penyeimbang,” kata dia.
    Muzzammil menyatakan, pernyataan yang dikeluarkannya sekadar penyeimbang atas pernyataan sembrono dan penghinaan tim hukum Fahri di media kepada PKS yang menyebut Majelis Tahkim gadungan dan membuat tuduhan palsu.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com