• Mahasiswa di Palembang kembangkan usaha ikan salai

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Sejumlah mahasiswa di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berupaya mengembangkan usaha ikan asap atau yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan ikan salai karena setelah mencoba menekuni usaha itu prospeknya cukup cerah.

    “Saya bersama sejumlah teman-teman akan mengembangkan usaha ikan asap dengan mencoba meningkatkan jumlah produksi dan memperluas pasar,” kata Tiara salah seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di kawasan Plaju, Palembang, Sabtu.

    Menurut dia, ikan asap sekarang ini tidak hanya digemari oleh masyarakat di Palembang dan daerah Sumsel lainnya, tetapi juga digemari masyarakat dari luar provinsi setempat.

    Berdasarkan kondisi tersebut, usaha yang pada awalnya hanya coba-coba untuk kegiatan praktik mata kuliah wirausaha dengan memanfaatkan potensi ikan air tawar di Sungai Musi dan limbah batok kelapa di pasar tradisional untuk usaha pembuatan ikan yang diawetkan dengan proses pengasapan itu, kini akan dikelola lebih serius.

    “Setelah merasakan hasil penjualan ikan asap cukup besar dan dapat membantu biaya kuliah, usaha iini memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan menjadi sumber penghidupan atau mata pencaharian utama setelah menyelesaikan perkuliahan dan dapat menampung teman-teman yang belum mendapat kesempatan bekerja di kantoran,” ujarnya.

    Dia menjelaskan, usaha yang memiliki prospek cerah itu akan dikembangkan dengan cara membuat proses produksi yang lebih baik dan tempat berdagang yang nyaman, tidak seperti sekarang ini di emperan atau di kios seadanya di pinggir jalan, katanya.

    Selain mahasiswa, usaha ikan asap tersebut saat in juga banyak ditekuni warga Palembang yang tinggal di kawasan permukiman Keramasan Kertapati dan jalan poros jembatan Musi II akses jalan lintas timur Sumatera antara Palembang-Lampung dan Palembang-Jambi.

    Ikan yang dijadikan bahan baku untuk diproses menjadi ikan salai dan sangat diminati masyarakat yakni ikan gabus, patin, dan ikan lais.

    Ikan yang telah diproses menjadi ikan salai itu dijual dengan harga berkisar Rp60.000 hingga Rp200.000 per kilogramnya, kata dia pula.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com