• LSM Indoman : Jabatan Gubernur Alex Noerdin Harus Dicopot

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Amrizal Aroni Ketua LSM Indoman menyebutkan jabatan Gubernur yang dipegang oleh Alex Noerdin saat Harus dicopot karena bernuansa tidak halal.  Hal ini dikemukakannya pada Jurnal Sumatra, Sabtu (6/5). Pernyataan ini memiliki dalil dari fatwa MUI yang menyatakan masuk PNS TNI Polri dengan uang suap hukumnya haram seumur hidup, demikian pula dengan jabatan Gubernur tersebut, jelasnya.

    Menurutnya Fakta fakta haram itu dengan beberapa data yang ada seperti,  fakta persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) 11 juli 2013 MK Memutuskan perkara nomor 79/PHPU.D-XI/2013 permohonan pasangan Herman Deru-Maphilinda Boer.

    Terlihat jelas Gubernur Alex Noerdin sebagai peserta Pilkada Inchumben menggunakan dana APBD provinsi Sumsel untuk memenangkan pemilu kada tanggal. 6 Juni 2013 yang lalu, menggunakan dana Hibah dan Bansos Rp.1.492.704.039.000,- dengan MK dasar keputusan tersebut LSM indoman melaporkan keputusan MK tersebut ke KPK.

    Tanda bukti laporan 2013-07-000112, tanggal. 15/07/2013 juga dilaporkan ke kejaksaan tinggi sumsel. Nomor surat. 010/PP./Indoman.VII/2013 tertanggal 17 Juli 2013. Diterima staff tertanda Nuri tanggal 19/07/2013, tembusan disampaikan kepada: Aspidsus diterima staff bernama Berli tgl.19/07/13.

    Juga melapor kepada Kapolda Sumsel, dengan nomor surat: 009/PP/Indoman/VII/2013. Tanggal surat 17/juli 2013. Laporan tersebut diterima langsung Kasetum tanggal 18/07/2013 jam 16:14 wib. Di Tembuskan kepada Kombes Pol.Raja Haryono/Direskrimsus Polda Sumsel diterima staff bernama Emilza.

    Kemudian LSM indoman juga melaporkan ke Kapolri C/q Kabareskrim Mabes Polri. Dengan nomor surat: 010/PP/Indoman/.X dengan nomor surat:010/PP/indoman/IX/2013 tanggal.13 September 2013. Diterima staff bernama Agus tlp.0217218109 tanggal 16/09/2013.

    Juga disampaikan ke Provos Mabes Polri diterima oleh Agusnan TLP.0217218136 tanggal 16/09/2013. Terakhir LSM indoman melaporkan kembali ke KPK untuk melengkapi laporan pertama di KPK, sekali ini memberikan laporan hasil audit hibah dan bansos tahun 2013 yang hasilnya Rp.821 milliar tidak bisa dipertanggung jawabkan.

    Seperti dikatahui kasus diambil alih oleh Kejagung dari KPK, Sekarang kasus tersebut sudah ada tersangka yang ditetapkan Kejagung, berarti apa yang diputuskan MK mulai terbukti kemenangan pasangan Alex-Ishak Mekki pakai dana APBD sumsel. Kalau berdasarakan fatwa MUI jelas itu haram, tegasnya.

    Selain itu juga ada dugaan suap ke MK senilai RP 40 milyard  karena ketika penggeledahan ruangan Akil Muhtar ditemukan uang senilai Rp 30 milyard yang tidak bertuan. Dalam kardus diduga dari sengketa pilgub sumsel, info dapat dari sesama timses Alex Noerdin yg kecewa yaitu mantan plt kadin pu pengaiaran prov bernama inisial SM dia salah seorang yang membawa uang untuk ke muhtar efendi guna disampaikan ke Akil Muhtar Rp.40 M. Rincian diduga kuat sumber dana;

    1.diduga Bhn Rp.1,5 M

    2.diduga Rjl Kop Rp.2 M

    3.diduga NU Rp.5 M

    4.diduga Rz. Rp.5 M

    5.diduga S M Rp.15 M termasuk dari kontraktor Aj diduga Rp.15 M dan sumber lainnya. Ini mungkin bisa untuk mengungkap uang tak bertuan diruang AKIL M.

    Saya sdh lapor ke KPK terkait keputusan MK Rp.1,4 T waktu pilgub No: Agenda: 2015-01-000025 No: Informasi; 75391 tgl.09/01/2015 yg terima laporan Yelli Diani. Trims semoga ada manfaatnya (Amri)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com