• Logistik Dapur Umum Banjir Tambak Menipis

    0

    Banyumas, jurnalsumatra.com- Persediaan logistik untuk memenuhi kebutuhan dapur umum bagi korban banjir di Tambak, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menipis, kata Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas Heriana Ady Chandra.
    “Dukungan logistik memang sudah ada bantuan dari Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) III dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” katanya di Posko Dapur Umum Korban Banjir Tambak, Banyumas, Senin.
    Menurut dia, bantuan dari Bakorwil III terdiri atas 10 kantong beras, mi instan, air mineral, lauk dalam kemasan kaleng, dan minyak goreng, sedangkan dari BPBD Banyumas baru sebatas 50 kilogram beras, mi instan, dan lauk dalam kemasan kaleng.
    Akan tetapi, kata dia, persediaan maupun dukungan logistik tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan hingga saat makan sahur pada Selasa (21/6) dini hari.
    Padahal, lanjut dia, dapur umum yang didirikan di salah satu rumah warga itu melayani 195 jiwa dari dua desa, yakni Kamulyan dan Purwodadi.
    “Kebetulan ada dua dapur umum yang didirikan, satu berada di Sumpiuh untuk melayani warga Desa Selandaka dan satunya lagi di sini,” katanya.
    Menurut dia, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan khususnya beras namun sampai sekarang belum dikirim.
    Oleh karena

    itu, dia memohon adanya perhatian khusus karena persediaan logistik semakin menipis.
    Selain logistik, kata dia, jumlah personel yang terlibat dalam kegiatan kerja bakti pascabanjir sangat terbatas.
    “Sementara yang berada di lapangan hanyalah relawan-relawan unit termasuk Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas serta personel koramil maupun polsek. Tadi memang ada beberapa warga yang meminta bantuan kepada kami (Tagana, red.), namun kami harus realistis,” katanya.
    Dalam hal ini, kata dia, tugas Tagana tidak hanya pada tanggap darurat menyingkirkan material yang dibawa banjir bandang tetapi juga menyurvei kebutuhan logistik untuk korban banjir bandang yang perlengkapan memasak maupun bahan makanannya hanyut terbawa arus.
    Dengan demikian, kata dia, Tagana yang menerjunkan 30 personel itu harus bisa membagi tugas.
    “Sudah sewajarnya, bantuan dari relawan lain untuk bisa bergabung membantu masyarakat khususnya membersihkan rumah-rumah warga dari lumpur sisa banjir,” katanya.
    Menurut dia, penanganan pascabanjir bandang di Tambak masih membutuhkan cukup banyak relawan karena wilayah yang terdampak cukup luas dan ada beberapa rumah yang hancur sehingga tidak bisa ditempati.
    Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Komando Distrik Militer 0701/ Banyumas Mayor Amir Ma’ruf mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel Kodim Banyumas maupun anggota komando rayon militer (koramil) yang berada di daerah bencana untuk membantu warga yang terkena bencana.
    “Anggota Koramil 10/Sumpiuh hari ini melaksanakan kerja bakti di lokasi bekas banjir luapan Sungai Reja dengan sasaran menyingkirkan lumpur yang mengotori jalan desa. Masyarakat juha membersihkan rumah masing-masing dari lumpur sisa banjir,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com