• Legislator: Pemudik Perempuan Dan Anak-Anak Harus Diprioritaskan

    0

          Sampit, jurnalsumatra.com – Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Sinar Kemala meminta agar pemudik perempuan dan anak-anak diberikan pelayanan prioritas saat akan naik ke angkutan umum.
    “Pemudik perempuan dan anak-anak merupakan kumpulan orang yang lemah jadi harus diprioritaskan, hal itu untuk memberikan perlindungan dan keamanan kepada mereka,” katanya di Sampit, Sabtu.
    Sinar mengungkapkan, pemudik yang sering berebut saat akan naik ke kendaraan angkutan adalah para calon penumpang kapal laut. Mereka berebut naik ke kapal untuk mendapatkan tempat tidur.
    Untuk menghindari saling dorong itu, maka penumpang perempuan dan anak-anak harus dipasahkan agar terhindar sling dorong.

          “Demi keamanan sebaiknya mereka yang lemah, yakni penumpang perempuan, anak-anak dan manusia lanjut usia (Manula) didahulukan naik ke angkutan umum,” katanya.
    Sinar juga meminta pemerintah daerah dan instnsi terkait untuk menyediakan ruang tunggu yang layak dan memberikan rasa nyaman serta aman selemana mereka berada di lokasi itu. Di setiap terminal, ruang tunggu juga harus disediakan ruangan khusus untuk ibu menyusui.
    “Saya ingin siapapun mereka yang akan mudik harus diberikan layanan yang baik dan manusiawi,” ucapnya.
    Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit Benny Noviandinudin saat rapat koordinasi penyelenggaraan arus mudik lebaran 2016 di Sampit belum lama ini mengatakan, jumlah penumpang mudik lebaran Idul Fitri 2016 atau 1436 Hijriyah melalui Pelabuhan Sampit Kotawaringin Timur diperkirakan menurun dibanding tahun sebelumnya.

          “Pengamatan kita jumlah penumpang dari luar daerah yang menetap di Kotawaringin Timur saat arus balik dari pasca lebaran sampai hari ini hanya sebanyak 28.512 orang. Tahun lalu yang 52.000 orang. Artinya kalau melihat angka ini jelas jumlahnya turun,” terangnya.
    Meski demikian Benny mengaku tidak mau mengambil berisiko. Dan harus tetap dilakukan antisipasi mulai sekarang.
    “Kemungkinan lonjakan penumpang harus tetap diantisipasi. Ini berkaca pada pengalaman tahun lalu, lonjakan penumpang terjadi di hari-hari terakhir sehingga harus meminta bantuan kapal perang untuk mengangkut penumpang yang belum terangkut, di samping sebagian lainnya memilih membatalkan mudik lebaran,” ucapnya.

          Benny mengatakan, antisipasi lebih awal agar kendala yang mungkin muncul bisa dicarikan solusinya dengan cepat. Pemerintah tidak lagi memberi toleransi sehingga kapal hanya boleh mengangkut penumpang sesuai kapasitas yang tersedia dengan alasan keamanan dan kenyamanan penumpang.
    Selain pembelian tiket dilakukan sistem online, petugas juga akan memeriksa dengan ketat setiap calon penumpang sehingga dipastikan tidak terjadi percaloan dan kecurangan.
    “Musim mudik lebaran Idul Fitri tahun lalu, jumlah armada yang disiapkan sebanyak 20 kali keberangkatan. Tahun ini jumlahnya minimal sama dan pada H-10 diupayakan penambahan empat kapal,” ungkapnya.
    Berdasarkan keterangan pihak PT Pelni PT Dharma Lautan Utama diketahui Kapal Pelni bisa mengangkut sekitar 1.600 penumpang, sedangkan kapal DLU mampu 550 sampai 650 penumpang.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com